Kunjungan Prof. Huang Wensen Ke Ar-Risalah

Ibu Nyai memberikan cenderamata ke Prof.Huang wensen

“Carilah Ilmu walau sampai ke negri China.” Itulah pepatah yang sering kita dengar. Tentu menjadi sebuah renungan bagi kita. Dan Jumat (10/05), Seluruh Santri Ar-Risalah berkumpul di Aula Ar-Risalah usai melaksanakan Shalat Isya’. Berulang kali kita wajib bersyukur karena kali ini kedatangan tamu besar. Beliau adalah Prof. Huang Wensen, dekan Shoufu University Taiwan beserta Rombongan dari Jawa Pos Surabaya (Pengembangan Bahasa Mandarin).

Santri Ar-Risalah menyambut kedatangan beliau dengan menampilkan kesenian ala pesantren. Grup Nasyid Ar-Risalah mengawali penyambutan beliau dengan nada – nada lembut nan islami. Seusai Nasyid, Grup Gambus yang dipimpin oleh Saudara Syafiq Islamuddin berpartisipasi dalam memeriahkan acara penyambutan ini.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Febri Dian Fatmawati dan Alifia Nur Azizah sebagai MC. Dilanjutkan pembacaan ayat – ayat Al-Qur’an oleh Saudara Ilham Maula. Disambung dengan sambutan selamat datang yang dibawakan oleh Saudari Eky Ambaryani Pagau dengan menggunakan Bahasa Inggris. Kemudian sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Salafiy Terpadu Ar-Risalah Bu Nyai Hj. Aina Ainaul MA. Selaku Pengasuh Pondok Pesantren Salafiy Terpadu Ar-Risalah, beliau mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kesediaannya berkunjung ke Ar-Risalah.

Sambutan selanjutnya adalah dibawakan langsung oleh Prof. Huang Wensen dengan menggunakan Bahasa Inggris. Beliau menuturkan sangat senang dan tertarik dengan penampilan santri Ar-risalah yang dipentaskan Pra-acara. Beliau juga menginginkan ada santri yang melanjutkan studi di Shoufu University, Taiwan dengan harapan santri Ar-Risalah bisa mensyiarkan agama islam disana.

Agar yang telah dipaparkan oleh Mr.Huang Wensen dapat dipahami, Salah satu rombongan dari Surabaya maju ke podium dan mengulang paparan Prof.Huang Wensen, beliau adalah Bapak Andre. Selain itu, Pak Andre juga menceritakan tentang pengalaman beliau ketika kuliah di Taiwan. Banyak keuntungan yang didapat hingga menjadi orang sukses seperti Pak Andre. Kemudian Pak Andre membuka sesi tanya-jawab. Salah satu santri menanyakan kepada beliau tentang bagaimana perjalanan beliau ketika menempuh pendidikan di Taiwan. Pak Andre menjawab dengan menceritakan perjalanan hidup beliau dari keluarga tidak mampu di daerah Sulawesi Utara. Dengan keterbatasan orang tuanya, Pak Andre bertekad untuk membahagiakan orang tua tanpa membebani biaya hidup. Sejak SMA beliau langsung sekolah ke Taiwan dengan beasiswa. Sekarang Pak Andre telah sukses. Dengan kemampuan linguistik berbahasa mandarin yang luar biasa, Beliau menjadi presenter Jawa Pos Grup TV bagian acara keliling ke Negri China. 

Sebelum meninggalkan tempat acara, diadakan serah terima kenang – kenangan dari Mr.Huang wensen kepada pengasuh PP.Salafiy Terpadu Ar-Risalah begitu juga sebaliknya. Waktu menunjukkan pukul 22.30 WIS. Dan saatnya para santri kembali ke kamar masing – masing untuk beristirahat.

Leave A Comment