Ar-Risalah
Hadis

Maukah engkau aku ajarkan surah yang paling agung di dalam Al-Qur`ān?

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

Hadis sahihDiriwayatkan oleh Bukhari

Teks Arab

عن أبي سعيد رافع بن المعلى رضي الله عنه قال: قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : «أَلاَ أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ في القُرْآن قَبْلَ أنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِد؟» فَأخَذَ بِيَدِي، فَلَمَّا أرَدْنَا أنْ نَخْرُجَ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إنَّكَ قُلْتَ: لأُعَلِّمَنَّكَ أعْظَمَ سُورَةٍ في القُرْآنِ؟ قالَ: «الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ، هِيَ السَّبْعُ المَثَانِي وَالقُرْآنُ العَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ».

Terjemahan

Dari Abu Sa'īd Rāfi' bin Al-Mu'alla -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepadaku, "Maukah engkau aku engkau surah yang paling agung di dalam Al-Qur`ān sebelum engkau keluar masjid?" Lalu beliau memegang tanganku. Ketika kami hendak keluar, aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, "Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung di dalam Al-Qur`ān?" Beliau menjawab, "Alḥamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam) adalah As-Sab'u Al-Maṡānī (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan Al-Qur`ān Al-Aẓīm (Al-Qur`ān yang agung) yang telah diberikan kepadaku."

Penjelasan

Dari Abu Sa'īd Rāfi' bin Al-Mu'alla -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepadaku, "Maukah," diucapkan untuk menarik lawan bicara terhadap apa yang akan disampaikan kepadanya setelah itu. Sabdanya, "Maukah engkau aku ajarkan surah yang paling agung di dalam Al-Qur`ān sebelum engkau keluar masjid?" Sesungguhnya beliau mengatakan hal itu kepadanya tanpa lebih dahulu memberitahukannya agar lebih mendorongnya untuk mencurahkan pikirannya dalam menerima dan memperhatikannya secara total. Sabdanya, "Lalu beliau memegang tanganku." Yakni, setelah mengatakan demikian dan kami sudah berjalan. Sabdanya, "Ketika kami hendak keluar, aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, "Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung di dalam Al-Qur`ān?" Sabdanya, "Beliau menjawab, "Alḥamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn (Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam)," Yakni, surah Al-Fātiḥah. Surah Al-Fātiḥah menjadi surat paling agung karena menghimpun semua tujuan Al-Qur`ān. Karena itu, Al-Fātiḥah dinamakan Ummul Qur`ān (induk Al-Qur`ān). Selanjutnya beliau memberi isyarat keunggulan Al-Fātiḥah dari surah-surah lainnya sehingga menjadi surah paling agung, yaitu dengan sabdanya, "Ia adalah As-Sab'u Al-Maṡānī (tujuh ayat yang diulang-ulang)," Yakni, dinamakan demikian. Al-Maṡānī adalah bentuk jamak dari Muṡnātu yang berasal dari kata At-Taṡniyah; atau karena ia diulang-ulang dalam salat di setiap rakaat; atau karena surah ini diikuti oleh surah lainnya; atau dinamakan demikian karena mencakup dua bagian: pujian dan doa; atau karena terkumpul di dalamnya kefasihan dalam struktur dan balagah dalam makna; atau karena Al-Fātiḥah diulang-ulang sepanjang masa, ia diulang-ulang sehingga tidak terputus dan dipelajari sehingga tidak musnah; atau karena faedahnya yang terus baru dari waktu ke waktu sehingga tidak ada akhir baginya; atau juga Al-Maṡānī adalah bentuk jamak dari Maṡnāhu yang berasal dari kata Aṡ-ṡanā` (pujian), karena mencakup apa yang menjadi pujian kepada Allah -Ta'ālā-, seakan-akan surat ini memuji Allah dengan nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya yang baik; atau juga berasal dari kata Aṡ-ṡanāya, karena Allah mengecualikannya (mengkhususkannya) untuk umat ini dan lain sebagainya. Sabdanya, "dan Al-Qur`ān Al-Aẓīm (Al-Qur`ān yang agung)," yakni, ia juga dinamakan demikian. Sabdanya, "yang telah diberikan kepadaku." Al-Fātiḥah dinamakan Al-Qur`ān Al-Aẓīm karena menghimpun semua yang berkaitan dengan hal-hal yang ada di dunia dan akhirat, hukum-hukum, dan berbagai keyakinan.

Penjelasan: العربية

عن أبي سعيد رافع بن المعلى رضي الله عنه قال: قال لي رسول اللّه صلى الله عليه وسلم : "ألا" أتى بها لتنبيه المخاطب لما يلقى إليه بعدها، قوله: "أعلمك أعظم سورة في القرآن قبل أن تخرج من المسجد"، وإنما قال له ذلك، ولم يعلمه بها ابتداء؛ ليكون أدعى إلى تفريغ ذهنه لتلقيها وإقباله عليها بكليته، قوله: "فأخذ بيدي"، أي: بعد أن قال ذلك ومشينا، قوله: "فلما أردنا أن نخرج قلت: يا رسول اللّه إنك قلت: لأعلمنك أعظم سورة في القرآن"، قوله: "قال: الحمد للّه ربّ العالمين"، أي: سورة الفاتحة، وإنما كانت أعظم سورة لأنها جمعت جميع مقاصد القرآن، ولذا سميت بأم القرآن. ثم أشار إلى ما تميزت به الفاتحة عن غيرها من بقية السور حتى صارت أعظم منها، بقوله: "هي السبع المثاني"، أي: المسماة به، جمع مثناة من التثنية لأنها تثنى في الصلاة في كل ركعة، أو لأنها تثنى بسورة أخرى، أو سميت بذلك لاشتمالها على قسمين: ثناء ودعاء، أو لما اجتمع فيها من فصاحة المباني وبلاغة المعاني، أو لأنها تثنى على مرور الزمان وتتكرر فلا تنقطع وتدرس فلا تندرس، أو لأن فوائدها تتجدد حالاً فحالاً إذ لا منتهى لها، أو جمع مثناه من الثناء لاشتمالها على ما هو ثناء على اللّه تعالى، فكأنها تثنى عليه بأسمائه الحسنى وصفاته، أو من الثنايا لأن اللّه استثناها لهذه الأمة، وغير ذلك، قوله: "والقرآن العظيم"، أي: وهي المسماة بذلك أيضاً، قوله: "الذي أوتيته"، أي: أعطيته، وتسميتها بالقرآن العظيم لجمعها سائر ما يتعلق بالموجودات دنيا وأخرى وأحكاماً وعقائد.

  • سورة الفاتحة أعظم سورة في كتاب الله -تبارك وتعالى-.
  • تفضيل بعض القرآن على بعض بما جاء عن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- في ذلك.
  • حرص الرسول -صلى الله عليه وسلم- على تعليم الناس الخير، وبيانه لهم.
  • أن الفاتحة سبع آيات.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya