Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عَنْ أَنَسٍ رَضيَ اللهُ عنه قَالَ: مِنَ السُّنَّةِ إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ فِي أَذَانِ الْفَجْرِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ.
Terjemahan
Anas -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Termasuk Sunnah membaca: 'Aṣ-Ṣalātu khairun minan-naum' setelah muazin pada azan subuh membaca 'Ḥayya 'alal-falāḥ'."
Penjelasan
Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa di antara hal yang ditetapkan oleh Nabi ﷺ dalam sunnahnya adalah agar muazin ketika azan subuh khususnya, setelah membaca "Ḥayya 'alal-falāḥ" lanjut membaca: Aṣ-Ṣalātu khairun minan-naum.
Pelajaran
- 1- Perkataan Anas: "Termasuk Sunnah", maksudnya adalah sunnah Nabi ﷺ, sehingga ia memiliki hukum marfū', yaitu yang disandarkan kepada Nabi ﷺ.
- 2- Anjuran kepada muazin setelah membaca "Ḥayya 'alal-falāḥ" agar membaca "Aṣ-Ṣalātu khairun minan-naum" sebanyak dua kali. Hal itu karena salat Subuh terletak pada waktu mayoritas manusia masih tidur serta harus bangun meninggalkan tidur demi pergi menunaikan salat. Sebab itu, hanya salat Subuh yang mendapatkan keistimewaan tersebut tanpa salat-salat lainnya.
Penjelasan: العربية
أخبر أنس بن مالك رضي الله عنه، أن مما أقره النبي صلى الله عليه وسلم في سنته، أن يقول المؤذن في أذان الفجر خاصة، بعد قوله: (حي على الفلاح)، أن يقول: (الصلاة خير من النوم).
- قوله (من السنة): يعني سنة النبي صلى الله عليه وسلم، فله حكم الرفع، أي المنسوب إلى النبي صلى الله عليه وسلم.
- استحباب أن يقول المؤذن في أذان الفجر بعد: حي على الفلاح: الصلاة خير من النوم، مرتين؛ لأن صلاة الفجر في وقت ينام فيه عامة الناس، ويقومون إلى الصلاة من نوم، فاختصت صلاة الفجر بذلك دون غيرها من الصلوات.