Ar-Risalah
Hadis

Siapa yang memakai sutra di dunia, maka ia tidak akan memakainya di akhirat

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عَنْ عُمَرَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَبِسَ الحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ فِي الآخِرَةِ».

Terjemahan

Umar -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang memakai sutra di dunia, maka ia tidak akan memakainya di akhirat."

Penjelasan

Nabi ﷺ menerangkan bahwa laki-laki yang memakai sutra di dunia, maka ia tidak akan memakainya di akhirat jika ia belum bertobat, sebagai hukumannya.

Pelajaran

  • 1- Sutra yang dimaksudkan ialah sutra yang murni dan asli. Adapun sutra buatan, maka tidak termasuk dalam hadis ini.
  • 2- Pengharaman memakai sutra bagi laki-laki.
  • 3- Larangan menggunakan sutra mencakup memakainya dan menjadikannya sebagai alas duduk.
  • 4- Laki-laki boleh menambahkan sedikit sutra pada pakaian dengan lebar tidak melebihi seukuran dua hingga empat jari yang dijadikan sebagai hiasan atau garis pinggir pakaian.
Penjelasan: العربية

بَيَّنَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنه مَن لَبس الحريرَ من الرجال في الدنيا لم يَلبَسها في الآخرة إذا لم يتب عقابًا له.

  • المَقصود بالحرير الحرير الخالِص الطبيعي، أما الحرير الصناعي فلا يشمله الحديث.
  • تحريم لبس الحرير على الرجال.
  • النهي عن لبس الحرير يعم لُبسه وافتراشه.
  • يسمح للرجال ببعض الحرير في الثياب بما لا يُجاوِز عرضُه إصبعين إلى أربعة أصابع تتخذ أعلامًا أو حاشية للثوب.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya