Ar-Risalah
Hadis

Aku menangis bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah -Ta'ālā- lebih baik bagi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit. Maka ia (Ummu Aiman) membuat keduanya terharu untuk menangis, sehingga keduanya menangis bersamanya.

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

Hadis sahihDiriwayatkan oleh Muslim

Teks Arab

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قَال أَبُو بَكر لِعُمَر رضي الله عنهما بَعْدَ وَفَاةِ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم : انْطَلِق بِنَا إِلَى أُمِّ أَيمَنَ -رَضِي الله عنها- نَزُورُهَا كَمَا كَانَ رَسول الله صلى الله عليه وسلم يَزُورُها، فَلَمَّا انتَهَيَا إِلَيهَا، بَكَت، فَقَالاَ لَهَا: مَا يُبكِيك؟ أَمَا تَعْلَمِين أَنَّ ما عِنْد الله خَيرٌ لِرَسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ فَقَالَت: مَا أَبْكِي أَنْ لاَ أَكُون أَعلَم أَنَّ مَا عِندَ الله تعالى خَيرٌ لِرَسُول الله صلى الله عليه وسلم ، وَلَكِن أَبكِي أَنَّ الوَحي قَدْ انْقَطَع مِنَ السَّمَاء؛ فَهَيَجَتْهُمَا عَلَى البُكَاء؛ فَجَعَلاَ يَبْكِيَان مَعَهَا.

Terjemahan

Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- ia menuturkan, "Abu Bakar berkata kepada Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- setelah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat, "Mari kita pergi ke rumah Ummu Aiman -raḍiyallāhu 'anhā- untuk mengunjunginya sebagaimana dulu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa mengunjunginya." Ketika keduanya telah sampai di rumahnya, ia (Ummu Aiman) menangis. Maka keduanya bertanya, "Apa yang membuatmu menangis? Tidak tahukah engkau bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-? Ia menjawab, "Aku menangis bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah -Ta'ālā- lebih baik bagi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit." Maka ia membuat keduanya terharu untuk menangis, sehingga keduanya menangis bersamanya."

Penjelasan

Para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- adalah manusia yang paling antusias meneladani Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam segala hal yang kecil maupun besar, hingga mereka mencari-cari perjalanan beliau dalam kehidupan, majlis dan tempat berada beliau, serta segala perbuatan yang mereka ketahui beliau melakukannya. Dan hadis ini menegaskan semangat mereka tersebut, serta menuturkan kisah Abu Bakar dan Umar ketika keduanya mengunjungi seorang wanita yang dulu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa mengunjunginya. Keduanya mengunjungi wanita ini karena kunjungan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadanya. Manakala keduanya telah duduk di hadapannya, wanita tersebut menangis. Keduanya bertanya, "Apa yang membuatmu menangis? Tidak tahukan engkau bahwa apa yang ada di sisi Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- lebih baik bagi Rasulullah?" Yakni lebih baik bagi beliau dibanding dunia. Ia menjawab, "Aku menangis bukan lantaran itu, tapi karena terputusnya wahyu. Sebab ketika Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meninggal dunia maka wahyu terputus, sehingga tidak ada wahyu lagi sepeninggal Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Oleh sebab itu, Allah menyempurnakan syariat-Nya sebelum beliau wafat. Allah -Ta'ālā- berfirman, "Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agamamu..." Maka Abu Bakar dan Umar menangis, karena wanita tersebut telah mengingatkan keduanya pada apa yang terlupakan oleh keduanya.

Penjelasan: العربية

كان الصحابة رضي الله عنهم أحرص الناس على متابعة الرسول صلى الله عليه وسلم في كل صغيرة وكبيرة، حتى إنهم يتتبعون ممشاه في حياته، ومجلسه، وموطئه، وكل فعل علموا أنه فعله. وهذا الحديث يُؤَكِّد ذلك، ويحكي قصة أبي بكر وعمر، حيث زارا امرأة كان النبي صلى الله عليه وسلم يزورها، فزاراها من أجل زيارة النبي صلى الله عليه وسلم إياها. فلما جلسا عندها بكت، فقالا لها: ما يبكيك؟ أما تعلمين أن ما عند الله سبحانه وتعالى خير لرسوله؟ أي: خير له من الدنيا. فقالت: إني لا أبكي لذلك ولكن لانقطاع الوحي؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم لما مات انقطع الوحي، فلا وحي بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ولهذا أكمل الله شريعته قبل أن يتوفى، فقال تعالى {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا}، فجعلا يبكيان؛ لأنها ذكرتهما بما كانا قد نسياه.

  • زيارة الصالحين، وزيارة من كان صديقه يزوره.
  • جواز زيارة الصالح لمن هو دونه.
  • فضل أم أيمن -رضي الله عنها-.
  • تأسي الصحابة -رضي الله عنهم- برسول الله -صلى الله عليه وسلم- في كل أمر.
  • جواز البكاء حزنا على فِراق الصالحين والأصحاب.
  • جواز البكاء حزنا على فَقْد العلم والخير الذي كان يَتَنَزَّل بالوحي، فعند انقطاع الوحي؛ اختلفت الأهواء، وشاع التنازع، وحصلت الفتن والمصائب.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya