Ar-Risalah
Hadis

Tidaklah setiap jiwa yang dibunuh secara zalim, melainkan anak Adam yang pertama ikut menanggung dosa pembunuhan tersebut, karena dialah yang pertama kali melakukan pembunuhan.

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

Hadis sahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه مرفوعًا: «ليس مِنْ نَفْسٍ تُقْتَلُ ظُلماً إِلاَّ كَان على ابنِ آدَمَ الأَوَّل كِفْلٌ مِن دمِهَا؛ لِأَنَّه كان أوَّل مَن سَنَّ القَتْلَ».

Terjemahan

Dari Abdullah bin Mas'ud -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Tidaklah setiap jiwa yang dibunuh secara zalim, melainkan anak Adam yang pertama ikut menanggung dosa pembunuhan tersebut, karena dialah yang pertama kali melakukan pembunuhan."

Penjelasan

Hadis ini menuturkan sebab salah satu anak Adam memikul tanggung jawab dosa akibat darah yang ditumpahkan setelahnya. Diriwayatkan bahwa Qābil membunuh saudaranya Hābil, karena dengki kepadanya. Keduanya merupakan pembunuh dan korban pembunuhan pertama dari anak Adam. Sehingga Qābil memikul bagian dari dosa akibat darah yang ditumpahkan setelahnya. Sebab, dialah yang pertama kali menggagas pembunuhan, karena setiap orang yang melakukan pembunuhan setelahnya dia mengikutinya.

Penjelasan: العربية

يحكي هذا الحديث سبب تَحمُّل أحد ابني آدم تَبِعَات الدِّماء التي تُهدَر بعده، قيل: قابيل قتل أخاه هابيل حسدا له، فهما أول قاتل ومقتول من ولد آدم؛ فيتحمَّل قابيل نصيبًا من إثم الدماء التي تسفك من بعده؛ لأنه كان أول من سنَّ القتل؛ لأنَّ كل من فعله بعده مُقتدٍ به.

  • حرمة القتل بغير الحق.
  • الترغيب في المحافظة على الأنفس.
  • الترهيب من سن السنة السيئة.
  • أن من كان قدوة في الشر كان له مثل أوزار من اقتدى به، ومن كان قدوة في الخير كان له مثل أجور من اقتدى به.
  • الترهيب من الدعوة إلى الشر بالقول أو الفعل.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya