Ar-Risalah
Hadis

Allah -'Azza wa Jalla- berfirman, 'Semua amal anak Adam ialah miliknya selain puasa. Sesungguhnya puasa itu milik-Ku dan Aku sendirilah yang akan memberikan ganjarannya.'

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ، وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah -'Azza wa Jalla- berfirman, 'Semua amal anak Adam ialah miliknya selain puasa. Sesungguhnya puasa itu milik-Ku dan Aku sendirilah yang akan memberikan ganjarannya.' Puasa adalah perisai. Sebab itu, bila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbicara kotor dan jangan berteriak-teriak (memancing keributan). Jika seseorang mencacinya atau memusuhinya, hendaknya ia mengatakan, 'Aku sedang puasa.' Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan aroma kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia rasakan: apabila ia berbuka puasa, ia bahagia dengan berbukanya, dan apabila ia bertemu Tuhannya, ia bahagia dengan puasanya."

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi: Semua amal manusia dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku karena tidak terjadi riya di dalamnya. Aku yang akan membalasnya sehingga Aku sendiri yang mengetahui kadar pahalanya serta pelipatan kebaikannya. Kemudian Allah berfirman, "Puasa adalah perisai", yaitu tameng, pelindung, dan benteng kokoh dari api neraka karena puasa adalah menahan syahwat dan menghalangi untuk terjerumus dalam dosa, sedangkan api neraka dikelilingi dengan syahwat. Apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbicara kotor; baik tentang jimak dan pengantar-pengantarnya maupun perkataan keji lainnya. Janganlah berteriak-teriak; untuk melakukan pertengkaran dan teriakan. Jika seseorang mencacinya atau memusuhinya, yaitu di bulan Ramadan, hendaklah ia mengatakan: Aku sedang puasa; agar orang tersebut berhenti. Jika ia tetap menyerang secara betulan, ia menepisnya dengan cara yang paling ringan secara bertahap, seperti orang yang menyerang. Kemudian Rasulullah ﷺ bersumpah dengan Tuhan yang memegang jiwanya bahwa perubahan aroma mulut orang yang berpuasa yang disebabkan oleh puasa itu lebih harum aromanya di sisi Allah kelak di hari Kiamat daripada aroma minyak kesturi yang kalian miliki, serta lebih besar pahalanya dari minyak wangi yang dianjurkan pada salat Jumat dan majelis ilmu. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang dirasakannya, yaitu: 1- Apabila berbuka puasa, ia bahagia dengan berbukanya lantaran rasa lapar dan hausnya hilang karena ia dibolehkan berbuka sekaligus gembira karena kesempurnaan puasanya, penyelesaian ibadahnya, keringanan dari Tuhannya, dan adanya inayah atas masa depan puasanya. 2- Apabila bertemu Tuhannya, ia bahagia dengan puasanya lantaran adanya pahala dan ganjarannya.

Pelajaran

  • 1- Keutamaan puasa, yaitu puasa menjaga pelakunya di dunia dari syahwat dan di akhirat dari azab neraka.
  • 2- Di antara adab puasa ialah meninggalkan perkataan keji dan dosa, sabar terhadap gangguan orang lain, dan membalas perbuatan buruk mereka dengan sikap sabar dan perbuatan baik.
  • 3- Apabila orang yang berpuasa atau yang beribadah merasa bahagia lantaran telah menyempurnakan dan menyelesaikan ibadahnya, hal itu tidak akan mengurangi pahalanya di akhirat.
  • 4- Kebahagiaan yang sempurna terwujud lewat pertemuan dengan Allah Ta'ala, ketika orang-orang yang bersabar dan berpuasa diberikan pahala secara sempurna tanpa batas.
  • 5- Memberitahukan ketaatan kepada orang lain ketika ada kebutuhan dan kemaslahatan tidak termasuk riya; berdasarkan sabda beliau ﷺ: "Aku sedang puasa."
  • 6- Orang yang berpuasa sempurna adalah yang anggota tubuhnya berpuasa dari dosa, lisannya berpuasa dari dusta, kata keji, dan kesaksian palsu, serta perutnya berpuasa dari makanan dan minuman.
  • 7- Menekankan larangan berteriak dan bertengkar saat puasa, karena sebenarnya selain orang yang berpuasa juga dilarang dari hal itu.
  • 8- Hadis ini termasuk yang diriwayatkan oleh Nabi ﷺ dari Allah. Hadis seperti ini disebut hadis qudsi atau hadis ilahi, yaitu hadis yang lafaz dan maknanya berasal dari Allah. Akan tetapi, ia tidak memiliki keistimewaan-keistimewaan Al-Qur`an yang membedakannya dari yang lain, seperti beribadah dengan membacanya, bersuci sebelum memegangnya, kemukjizatannya, dan lain sebagainya.
Penjelasan: العربية

أَخْبَرَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنَّ الله تعالى يقول في الحديث القدسي: كل عمل ابن آدم يُضاعَف الحسنةُ بعشرِ أمثالها إلى سبعمائة ضعف، إلا الصيام؛ فإنه لي حيث لا يقع فيه الرياء، وأنا أجزي به فأَنْفَرِد بِعلِم مِقدار ثوابه وتضعيف حسناته. ثم قال: (والصيام جُنّة) ووقاية وسِتْر وحِصْن حَصِيْن مِن النار؛ لأنه إمساك عن الشهوات والوقوع بالآثام، والنارُ مَحْفُوفة بالشهوات. (فإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث) بالجماع ومُقَدِّماته، ولا بالكلام الفاحش مطلقًا. (ولا يَصخب) بالخِصَام والصِّياح. (فإنْ سابّه أحد أو قاتله) في رمضان فليقل: إني امرؤٌ صائم؛ لعله يكف عنه، فإنْ أصرَّ إلا المقاتلة حقيقة دَفَعَهُ بالأخفِّ فالأخف كالصَّائل. ثم حَلَف صلى الله عليه وسلم وأقسم بالذي نفسه بيده أنَّ تَغَيُّرَ رائحةِ فمِ الصائم بسبب الصيام أطيبُ عند الله يوم القيامة من ريح المِسْك عندكم، وأكثر ثوابًا من المسك المندوب إليه في الجُمَع ومجالس الذكر. وللصائم فرحتان يفرحهما: إذا أفطر فَرِح بفطره بزوال جوعه وعطشه حيث أُبِيْحَ له الفطر، وفَرِحَ بتمام صومه وخاتمة عبادته، وتخفيف من ربه، ومعونة على مستقبل صومه. (وإذا لقي ربه فرح بصومه) بجزائه وثوابه.

  • فضل الصيام وأنه يحفظ صاحبَه في الدنيا من الشهوات، وفي الآخرة من عذاب النار.
  • من آداب الصوم ترك الكلام الفاحش واللَّغَط، والصبر على أذَى الناس ومقابلة إساءتهم بالصبر والإحسان.
  • الصائم أو العابد إذا فَرِح بسبب إكمال عبادته والانتهاء منها لم ينقص ذلك من أجره في الآخرة.
  • الفرحة الكاملة هي بلقاء الله تعالى، عندما يُوَفَّى الصابرون والصائمون أجرهم بغير حساب.
  • إعلام الناس بالطاعة عند الحاجة والمصلحة ليس من الرياء لقوله: (إني صائم).
  • الصائم الكامل صومه هو الذي صامت جوارحه عن الآثام، ولسانه عن الكذب والفحش، وقول الزور، وبطنه عن الطعام والشراب.
  • تأكيد النهي عن الصَّخَب والخِصام والصِّياح حالَ الصوم، وإلا فَغَيْرُ الصائم مَنهيٌّ عن ذلك أيضًا.
  • هذا الحديث مما يرويه النبي صلى الله عليه وسلم عن ربه، ويسمى بالحديث القدسي أو الإلهي، وهو الذي لفظه ومعناه من الله، غير أنه ليست فيه خصائص القرآن التي امتاز بها عما سواه، مِن التَّعَبُّد بتلاوته والطهارة له والتَّحَدِّي والإعجاز وغير ذلك.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya