Ar-Risalah
Hadis

Manusia terbaik adalah orang yang berusia panjang dan amalnya baik.

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

Hadis sahihDiriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Dārimi

Teks Arab

عن عبد الله بن بُسْرٍ الأسلمي رضي الله عنه مرفوعاً: «خير الناس من طَال عُمُرُه، وحَسُنَ عَمَلُهُ».

Terjemahan

Dari Abdullah bin Busr Al-Aslami -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Manusia terbaik adalah orang yang berusia panjang dan amalnya baik."

Penjelasan

Makna hadis ini: Manusia yang semakin panjang umurnya dalam ketaatan kepada Allah, maka ia bertambah dekat kepada Allah. Sebab, setiap perbuatan yang dikerjakan dapat menambah umurnya, maka hal itu mendekatkannya kepada Tuhannya -'Azza wa Jalla-. Sebaik-baik manusia adalah orang yang mendapatkan taufik untuk dua hal ini: panjang umur dan amal baik. Panjang umur tidak akan menjadi kebaikan bagi manusia kecuali jika amalnya baik dalam ketaatan kepada Allah, karena panjang umur bisa menjadi keburukan bahaya bagi manusia, sebagaimana disebutkan dalam hadis lain. Siapakah manusia yang baik?" Nabi bersabda, "Orang yang umurnya panjang dan baik amalnya." Penanya berkata lagi, "Siapakah manusia yang buruk itu?" Nabi bersabda, "Orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya." HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Allah -Tabarāka wa Ta'ālā- berfirman, "Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Justru tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan." Orang-orang kafir tersebut diberi tenggang waktu oleh Allah. Yakni, Allah memberi mereka rezeki, kesehatan, panjang umur, anak-anak dan istri-istri. Itu bukan kebaikan bagi mereka. Justru, itu adalah keburukan bagi mereka. Kita berlindung kepada Allah, karena sesungguhnya dengan hal-hal tersebut akan membuat mereka bertambah dosanya. Aṭ-Ṭayyibi -raḥimahullāhu- berkata, "Sesungguhnya waktu dan jam bagaikan modal bagi pedagang. Karena itu, ia harus berdagang dengan sesuatu yang mendatangkan keuntungan. Semakin besar modal, semakin besar pula labanya. Barangsiapa melakukan hal baik bagi dirinya, maka ia akan menang dan beruntung. Barangsiapa menyia-nyiakan modalnya, niscaya ia tidak akan beruntung, dan ia akan mendapatkan kerugian yang nyata.

Penjelasan: العربية

معنى هذا الحديث : أن الإنسان كلما طال عمره في طاعة الله ازداد قربا من الله؛ لأن كل عمل يعمله فيما زاد فيه عمره، فإنه يقربه إلى ربه -عز وجل - فخير الناس من وفق لهذين الأمرين: طول العمر وحسن العمل. فطول العمر ليس خيرًا للإنسان إلا إذا حسن عمله في طاعة الله؛ لأنه أحيانًا يكون طول العمر شرًا للإنسان وضررًا عليه، كما في الحديث الآخر، أي الناس خير، قال: « من طال عمره، وحسن عمله »، قال: فأي الناس شر؟ قال: « من طال عمره وساء عمله »، رواه أبو داود والترمذي. وقال الله -تبارك وتعالى-: (ولا يحسبن الذين كفروا أنما نملي لهم خير لأنفسهم إنما نملي لهم ليزدادوا إثمًا ولهم عذاب مهين)، فهؤلاء الكفار يملى الله لهم، أي يمدهم بالرزق والعافية وطول العمر والبنين والزوجات، لا لخير لهم ولكنه شر لهم، والعياذ بالله لأنهم سوف يزدادون بذلك إثمًا. قال الطيبي -رحمه الله -: إن الأوقات والساعات كرأس المال للتاجر، فينبغي أن يتجر فيما يربح فيه، وكلما كان رأس المال كثيرا كان الربح أكثر، فمن مضى لطيبه فاز وأفلح، ومن أضاع رأس ماله لم يربح وخسر خسرانا مبينا".

  • فضل طول العمر إذا اقترن بحسن العمل، فإنه يتزود من الطاعات التي تقربه إلى الله، وشر الناس من طال عمره وساء عمله.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya