Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضيَ اللهُ عنهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ».
Terjemahan
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak sedikit orang yang berambut kusut dan ditolak di pintu-pintu, seandainya ia bersumpah (berdoa) kepada Allah, niscaya Allah mewujudkannya."
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa ada sebagian orang yang rambutnya kusut dan berdebu, ia tidak meminyakinya dan tidak juga sering mencucinya; orang-orang tidak menghargainya, bahkan mereka mengusirnya dari pintu mereka sebagai penghinaan. Namun, jika ia bersumpah atas terjadinya sesuatu, maka Allah akan mewujudkannya sebagai wujud memuliakannya dengan mengabulkan permintaannya dan menjaganya agar tidak melanggar sumpahnya. Hal itu disebabkan oleh keutamaan dan kedudukannya di sisi Allah.
Pelajaran
- 1- Allah tidak melihat rupa hamba, tetapi melihat hati dan amalannya.
- 2- Perhatian seorang insan terhadap amalan dan kebersihan hatinya seharusnya lebih banyak daripada perhatiannya terhadap fisik dan pakaiannya.
- 3- Merendah dan menghinakan diri kepada Allah adalah sebab doa dikabulkan. Karena itu, Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- akan mewujudkan sumpah orang-orang bertakwa dan menjauhi ketenaran.
- 4- Menjelaskan metode pembinaan Nabi ﷺ kepada manusia, yaitu agar mereka tidak saling merendahkan satu sama lain.
Penjelasan: العربية
أخبر النبي صلى الله عليه وسلم أن من الناس مُتَلَبِّد الشَّعَر مُغْبَرَّه، لا يَدهنه ولا يُكثر غسله، لا قدْر له عند الناس فهم يدفعونه عن أبوابهم، ويطردونه عنهم احتقارًا له؛ إلا أنه لو حلف على وقوع شيء أوقعه الله إكرامًا له بإجابة سؤاله، وصيانته من الحنث في يمينه، وذلك لفضله ومنزلته عند الله.
- الله لا ينظر إلى صورة العبد ولكن ينظر إلى القلوب والأعمال.
- على الإنسان أن يعتني بعمله وطهارة قلبه أكثر من عنايته بجسمه وملبسه.
- التواضع لله والتذلل له سبب في إجابة الدعاء، ولذلك؛ فالله سبحانه يَبُرُّ قَسَمَ الأتقياء الأخفياء.
- بيان التربية النبوية للناس؛ حتى لا يَحتقر بعضهم بعضًا.