Ar-Risalah
Hadis

Al-Mufarridūn (orang-orang yang menyendiri dalam ibadah) telah mendahului

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Muslim

Teks Arab

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسِيرُ فِي طَرِيقِ مَكَّةَ، فَمَرَّ عَلَى جَبَلٍ يُقَالُ لَهُ جُمْدَانُ، فَقَالَ: «سِيرُوا هَذَا جُمْدَانُ، سَبَقَ الْمُفَرِّدُونَ» قَالُوا: وَمَا الْمُفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: «الذَّاكِرُونَ اللهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتُ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ berjalan di jalan Makkah lalu melewati sebuah gunung yang diberi nama Jumdān. Beliau bersabda, "Berjalanlah kalian. Ini adalah Gunung Jumdān. Al-Mufarridūn (orang-orang yang menyendiri dalam ibadah) telah mendahului." Para sahabat bertanya, "Siapakah al-mufarridūn itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah."

Penjelasan

Nabi ﷺ menerangkan kedudukan orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah, bahwa mereka telah menjadi nomor satu dan mendahului yang lainnya dalam meraih derajat tinggi di surga. Beliau menyerupakan mereka dengan Gunung Jumdān yang menjadi gunung nomor satu dibanding gunung-gunung lainnya.

Pelajaran

  • 1- Anjuran memperbanyak zikir dan menyibukkan diri dengannya karena sebab kemenangan di akhirat hanyalah dengan banyak ketaatan dan ikhlas dalam ibadah.
  • 2- Berzikir kepada Allah bisa jadi dengan lisan saja, atau dengan hati saja, atau dengan lisan dan hati secara bersamaan. Yang terakhir ini adalah tingkatan yang paling tinggi.
  • 3- Di antara jenis zikir ialah wirid-wirid yang disyariatkan pada keadaan tertentu, seperti zikir pagi dan petang, zikir setelah salat fardu, dan lainnya.
  • 4- An-Nawawiy berkata, "Ketahuilah, keutamaan zikir tidak terbatas pada tasbih, tahlil, tahmid, takbir dan yang semisalnya. Tetapi, setiap orang yang melakukan suatu ketaatan kepada Allah Ta'ala, maka ia adalah orang yang sedang berzikir kepada Allah Ta'ala."
  • 5- Berzikir kepada Allah termasuk sebab keteguhan yang paling besar. Allah ﷻ berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka teguhlah dan berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang banyak agar kamu beruntung." [QS. Al-Anfāl: 45]
  • 6- Sisi penyerupaan orang yang berzikir dengan Gunung Jumdān ialah dalam hal kesendirian dan memisahkan diri. Gunung Jumdān berdiri sendiri di antara gunung-gunung lainnya, demikian halnya orang yang berzikir kepada Allah Ta'ala. Orang yang menyendiri adalah yang hati dan lisannya menyendiri mengingat Tuhannya walaupun sedang berada di tengah manusia serta merasa nyaman dengan waktu-waktu berkhalwat dan merasa asing dari banyak bergaul dengan manusia. Juga bisa jadi sisi penyerupaannya adalah bahwa zikir merupakan sebab keteguhan agama sebagaimana gunung adalah sebab keteguhan bumi. Juga bisa jadi bahwa zikir merupakan sebab kemenangan menuju kebaikan di dunia dan akhirat karena seorang musafir dari Madinah menuju Makkah, jika telah sampai Gunung Jumdān, itu adalah tanda telah sampai ke Makkah, sehingga orang yang telah sampai di Gunung Jumdān adalah orang yang menang, demikian halnya orang yang berzikir kepada Allah Ta'ala adalah orang yang mendahului selainnya dengan sebab banyak berzikir kepada Allah Ta'ala. Wallāhu a'lam.
Penjelasan: العربية

بَيَّنَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم منزلة الذاكرين الله كثيرًا، وأنهم قد انفردوا وسبقوا غيرَهم بنيل الدرجات العُلَى في جنات النعيم، وشبَّههم بجبل جُمدان الذي انفرد عن غيره من الجبال.

  • استحباب كثرة الذكر والانشغال به، فإنَّ السَّبْق في الآخرة إنما يكون بكثرة الطاعات، والإخلاص في العبادات.
  • ذكر الله يكون باللسان فقط، أو بالقلب فقط، أو باللسان والقلب معًا، وهي أعلاها رتبة.
  • من الذكر الأوراد الشرعية المقيدة، كأذكار الصباح والمساء، وأدبار الصلوات المكتوبات وغيرها.
  • قال النووي: اعلم أن فضيلة الذكر غير منحصرة في التسبيح والتهليل والتحميد والتكبير ونحوها، بل كل عامل لله تعالى بطاعة فهو ذاكرٌ لله تعالى.
  • ذكر الله من أعظم أسباب الثبات، قال سبحانه وتعالى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ) [الأنفال: 45]
  • وجه التشبيه بينَ الذَّاكرينَ وجبل جُمدانَ هو الانفرادُ والاعتزالُ؛ فجبل جُمدانُ منفرد عن الجِبالِ، فكذا الذَّاكرينَ اللهَ تعالى فالمُنفَردُ هو الذي انفردَ قلبُه ولسانُه بذِكرِ ربَّه ولو كانَ بينَ النَّاسِ، واستأنس بأوقاتِ الخَلوةِ واستوحش من كثرةِ مُخالطةِ النَّاسِ، وقد يكون وجه التشبيه أن الذكر سبب التَّثبيت على الدين كما أن الجبال سبب لثبات الأرض، أو يكون السَّبقُ إلى الخَيراتِ في الدُّنيا والآخرةِ حيث كان المسافر من المدينة إلى مكة إذا وصل جُمدانَ كانَ علامةُ الوصولِ إلى مكةَ ومن وصلَ إليه كانَ سابقًا، فكذلك الذَّاكرُ للهِ تعالى فهو سابقٌ لغيرِه بكثرةِ ذِكرِه للهِ تعالى، والله أعلم.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya