Ar-Risalah
Hadis

Ammā Ba'du, demi Allah, sesungguhnya aku memberi harta rampasan kepada seseorang dan tidak memberikannya kepada yang lainnya. Padahal, orang yang tidak aku beri lebih aku cintai daripada orang yang aku beri.

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

Hadis sahihDiriwayatkan oleh Bukhari

Teks Arab

عن عَمْرُو بن تَغْلِبَ ـ رضي الله عنه ـ أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أُتِيَ بمالٍ أو سَبْيٍ فَقَسَّمه، فأعطى رجالا، وترك رجالًا، فبَلغَه أن الَّذِين تَرَك عَتَبُوا، فحمد الله، ثم أثنى عليه، ثم قال: «أما بعد، فوالله إني لأُعطي الرجل وأدَعُ الرجلَ، والذي أدعُ أحبُّ إلي من الذي أُعطي، ولكني إنما أُعطي أقوامًا لما أرى في قلوبهم من الجَزَع والهَلَع، وَأَكِلُ أقواما إلى ما جَعَلَ الله في قُلُوبِهم من الغِنَى والخَيْر، منهم عَمْرُو بن تَغْلِبَ» قال عمرو بن تغلب: فوالله ما أُحبُّ أن لي بكلمة رسول الله صلى الله عليه وسلم حُمْرَ النَّعَم.

Terjemahan

Dari 'Amru bin Taglib -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diberi harta atau tawanan, lalu beliau membagi-bagikannya. Beliau memberi kepada beberapa orang dan tidak memberi kepada yang lainnya. Lantas beliau mendengar kabar bahwa orang-orang yang tidak diberi bagian mencela. Beliau berpidato; memuji Allah lalu menyanjung-Nya dan bersabda, "Ammā Ba'du, demi Allah, sesungguhnya aku memberi harta rampasan kepada seseorang dan tidak memberikannya kepada yang lainnya. Padahal, orang yang tidak aku beri lebih aku cintai daripada orang yang aku beri. Sesungguhnya aku memberi harta rampasan kepada orang-orang itu karena aku lihat dalam hati mereka ada keresahan dan kegelisahan, dan aku serahkan kepada Allah orang-orang yang ditetapkan dalam hati mereka kekayaan dan kebaikan, di antara mereka adalah 'Amru bin Taglib." Amru bin Taglib berkata, "Demi Allah, saya tidak suka kalau sabda Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- itu diganti dengan unta merah."

Penjelasan

Amru bin Taglib -raḍiyallāhu 'anhu- bercerita bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diberi harta atau tawanan, yaitu tawanan yang didapat dari musuh waktu berperang, baik budak sahaya laki-laki ataupun perempuan, lalu beliau membagi-bagikannya. Beliau memberi kepada beberapa orang dan tidak memberi kepada yang lainnya. yakni, beliau memberi sebagian orang untuk melunakkan hati mereka dan tidak memberi kepada yang lainnya karena yakin bahwa Allah telah menganugerahkan kekuatan iman dan keyakinan kepada mereka. Lantas beliau mendengar kabar bahwa orang-orang yang tidak diberi bagian kecewa. Yakni, menyesalkan beliau tentang apa yang ada pada mereka karena mengira bahwa beliau memberi mereka berdasarkan keunggulan mereka dalam agama. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun mengumpulkan mereka seraya berpidato; beliau memuji Allah lalu menyanjung-Nya dengan apa yang layak bagi-Nya. Selanjutnya beliau bersabda, "Ammā Ba'du, demi Allah, sesungguhnya aku memberi harta rampasan kepada seseorang dan tidak memberikannya kepada yang lainnya. Padahal, orang yang tidak aku beri lebih aku cintai daripada orang yang aku beri. Yakni, bukan berarti bahwa ketika aku memberi kepada sebagian orang dan tidak memberi kepada yang lain menjadi bukti aku lebih mencintai mereka daripada yang lainnya. Justru, orang yang aku biarkan dan tidak aku beri, mereka itu lebih aku cintai daripada orang yang aku beri. Selanjutnya beliau menjelaskan sebab pemberiannya kepada sebagian orang tanpa sebagian yang lain. Beliau bersabda, "Sesungguhnya aku memberi harta rampasan kepada orang-orang itu karena aku lihat dalam hati mereka ada keresahan dan kegelisahan." Yakni, kepedihan dan kecemasan yang akan menimpa jiwa mereka jika tidak diberi harta rampasan. Dengan demikian, aku memberi mereka untuk melunakkan hatinya dan menyenangkan jiwa mereka. "Aku serahkan kepada Allah orang-orang yang ditetapkan dalam hati mereka kekayaan," Yakni, Aku membiarkan sebagian orang tidak diberi karena aku menyerahkan perkara mereka kepada Allah yang telah menganugerahkan rasa puas dan kaya jiwa dalam hati mereka." dan kebaikan, Yakni, kekuatan iman dan keyakinan. Di antara mereka adalah 'Amru bin Taglib." Yakni, di antara orang yang tidak aku beri harta rampasan karena bersandar kepada iman yang ada pada mereka adalah 'Amru bin Taglib." Di dalam hadis lain disebutkan, "Sesungguhnya aku memberi kepada seseorang, padahal yang lainnya lebih aku cintai darinya, karena khawatir wajahnya diseret ke dalam neraka." (HR. Muslim). Amru berkata saat mendengar sanjungan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadanya, "Demi Allah, saya tidak suka kalau sabda Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- itu ditukar dengan unta merah." Yakni, aku bersumpah dengan nama Allah, aku tidak rela ada pengganti atas sanjungan yang telah diberikan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadaku sebagai kemuliaan, meskipun aku diberi harta paling berharga di kalangan Arab, yaitu unta merah.

Penjelasan: العربية

يحدثنا عَمْرُو بن تَغْلِبَ رضي الله عنه: "أن النبي صلى الله عليه وسلم أُتِيَ بمال أو بسَبْيٍ" وهو ما يُؤخذ من العدو في الحرب من الأسرى عبيدا أو إماء "فقسمه، فأعطى رجالًا، وترك رجالًا" أي: أعطى بعض الناس تأليفا لقلوبهم، وترك البعض الآخر ثقة بهم، لما مَنَحَهُم الله من قوة الإيمان واليقين، " فبَلغه أن الذين ترك عَتَبُوا " أي: لامُوا عليه فيما بينهم ، ظنًا منهم ـرضي الله عنهم- أنه صلى الله عليه وسلم : إنما أعطى أولئك لمزِية في دينهم. فجمعهم النبي صلى الله عليه وسلم وقام فيهم خطيبا، فحمد الله ثم أثنى عليه بما هو أهله ، ثم قال: أما بعد ، فوالله إني لأعطي الرجل وأدع الرجل، والذي أدعْ أحب إلي من الذي أعطي " أي: ليس المعنى: أنني إذا أعطيت بعضهم ولم أعط الآخر دليل على محبتي لهم دون الآخرين، بل إن الذين أدعهم ولا أعطيهم هُم أحبُّ إلي ممن أعطيهم. ثم بَيَّنَ لهم سبب إعطاء بعضهم دون بعض فقال: " ولكني إنما أعطي أقواما لما أرى في قلوبهم من الجَزَعِ والهَلَع " أي: من شدة الألم والضَّجَر الذي يُصيب نفوسهم لو لم يعطوا من الغنيمة، فأعطيهم تأليفا لقلوبهم، وتطييبا لنفوسهم. "وأَكِلُ أقواما إلى ما جعل الله في قلوبهم من الغِنى" أي: وأترك أقواما فلا أعطيهم لأني أكِلهم إلى ما وضع الله في قلوبهم من القناعة وغنى النفس، "والخير" أي وقوة الإيمان واليقين "منهم عمرو بن تغلب" أي: من الناس الَّذين أمنع عنهم العطاء اتكالا على ما عندهم من الإيمان "عَمْرُو بن تَغْلِبَ". وفي الحديث الآخر: "إني لأعطي الرجل وغيره أحب إليَّ منه، خَشية أن يكب في النار على وجهه" رواه مسلم قال عَمْرُو ـرضي الله عنه- عندما سمع النبي صلى الله عليه وسلم يثني عليه: "فوالله ما أحب أن لي بكلمة رسول الله صلى الله عليه وسلم حُمْر النَّعَم" أي: أقسم بالله لا أرضى بهذا الثناء الذي كرمني به النبي صلى الله عليه وسلم بديلا ولو أعطيت أنفس أموال العرب التي هي الجمال الحُمر.

  • السنة في الخُطبة البدء بالحمد والثناء على الله بما هو أهله.
  • المال والمتاع ليس مقياس كرامة الإنسان ومكانته.
  • حكمة رسول الله صلى الله عليه وسلم في تأليف القلوب وإنقاذها من الهلاك.
  • تصرف الإمام في المال والعطاء حسب المصلحة العامة.
  • الحث على الرضا بما يأتي المسلم من رزق دون سؤال أو إلحاح.
  • سرور المؤمن وفرحه بما يبدو منه من خير.
  • فضيلة عَمَرِو بن تَغْلِبْ رضي الله عنه.
  • جواز الحلف من غير استحلاف.
  • تأليف القلوب بالمال .

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya