Ar-Risalah
Hadis

Seandainya apa yang engkau katakan itu benar, seakan-akan engkau menyuapkan abu panas ke mulut mereka. Allah akan senantiasa menolongmu atas mereka selama engkau tetap berbuat demikian

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Muslim

Teks Arab

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه: أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِي، وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَيَّ، وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَيَّ، فَقَالَ: «لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ، فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah! Aku mempunyai beberapa orang kerabat. Aku menyambung hubungan tali kekeluargaan dengan mereka, tetapi mereka memutuskannya dariku. Aku berbuat baik kepada mereka, tetapi mereka berbuat buruk kepadaku. Aku senantiasa bersikap lembut kepada mereka, tetapi mereka bersikap jahat kepadaku." Beliau bersabda, "Seandainya apa yang engkau katakan itu benar, seakan-akan engkau menyuapkan abu panas ke mulut mereka. Allah akan senantiasa menolongmu atas mereka selama engkau tetap berbuat demikian."

Penjelasan

Seorang laki-laki datang mengadu kepada Nabi ﷺ bahwa ia memiliki kerabat dan keluarga. Ia bergaul dengan mereka secara baik, tetapi mereka memperlakukannya dengan kebalikannya. Ia menyambung silaturahmi dan mendatangi mereka, tetapi mereka memutusnya. Ia berbuat kebaikan kepada mereka serta menunaikan hak mereka, tetapi mereka berbuat buruk kepadanya dan menzaliminya. Ia bersikap lembut kepada mereka dan memaafkan, tetapi mereka bersikap buruk dengan perkataan dan perbuatan. Apakah ia tetap lanjut menyambung mereka dengan semua yang disebutkan? Nabi ﷺ bersabda kepadanya: Jika faktanya seperti yang engkau sebutkan, maka engkau sedang mempermalukan dan menghinakan mereka pada diri mereka sendiri. Seolah engkau sedang menyuapi mereka abu yang panas karena banyaknya kebaikanmu dan buruknya perbuatan mereka pada diri mereka sendiri. Engkau akan senantiasa mendapatkan pertolongan dari Allah atas mereka dan pembelaan dari gangguan mereka selama engkau berbuat baik pada mereka sementara mereka masih berbuat buruk kepadamu.

Pelajaran

  • 1- Membalas keburukan dengan kebaikan berpotensi mengembalikan pelaku keburukan kepada kebenaran, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, "Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman setia."
  • 2- Melaksanakan perintah Allah walaupun mendapatkan keburukan adalah sebab pertolongan Allah kepada hamba yang beriman.
  • 3- Memutus hubungan kerabat akan mendatangkan rasa sakit dan siksa di dunia, serta dosa dan perhitungan di akhirat.
  • 4- Seorang muslim seharusnya mengharapkan pahala pada amal baiknya dan tidak boleh dihentikan oleh perbuatan buruk manusia dan pemutusan mereka dari kebiasaan baiknya.
  • 5- Tidaklah seseorang dikatakan menyambung silaturahmi jika dia hanya balas menyambung orang yang menyambungnya, tetapi orang yang menyambung silaturahmi sesungguhnya adalah ketika hubungan kerabatnya diputus maka dia menyambungnya.
Penjelasan: العربية

اشتَكَى رَجُلٌ للنبيِّ صلى الله عليه وسلم بأنّ له قرابةً ورَحِمًا يَتَعامَل معهم بالحُسنى وهم يُعامِلونه بضد ذلك؛ فيَصِلُهم ويأتِيْهم وهم يَقْطَعونه، ويُحسن إليهم بالبر والوفاء ويُسيئون إليه بالجَوْر والجَفَاء، ويَحلم ويعفو عنهم ويَجهلون عليه بالقبيح من القول والفعل، فهل يَستَمِرُّ بالصِّلَة لهم مع ما ذُكِر؟ فقال له النبيُّ صلى الله عليه وسلم: إنْ كان كما ذَكَرتَ فإنك تُخزِيهم وتَحْقِرُهم في أنفسهم، وكأنك تُطعِمُهم الرَّمَاد الحارّ؛ لكثرة إحسانك وقبيح فِعلِهم عند أنفسهم، ولا يزال معك من عند الله مُعين لك عليهم، ودافِع عنك أذاهم ما دُمْتَ على ما ذَكرتَ من إحسانك إليهم، وظَلُّوا هم على إساءتهم إليك.

  • مقابلة الإساءة بالإحسان مَظِنّة رجوع المسيء إلى الحق، كما قال تعالى: (ادفع بالتي هي أحسن فإذا الذي بينك وبينه عداوة كأنه ولي حميم).
  • امتثال أمْر الله ولو حصل له أذى سببٌ لعون الله للعبد المؤمن.
  • قطيعة الرحم أَلَمٌ وعذابٌ في الدنيا، وإثمٌ وحساب في الآخرة.
  • ينبغي على المسلم أنْ يَحتَسِب في عمله الصالح، ولا يقطعه أذى الناس وقطيعتُهم عن عادته الطيبة.
  • ليس الواصلُ لِرَحِمِهِ مَن يُكافِئ مَن وَصَله، ولكن الواصل حقيقة هو الذي إذا قُطِعَتْ رَحِمُه وَصَلَها.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya