Ar-Risalah
Hadis

Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ».

Terjemahan

Sahl bin Sa'ad -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa."

Penjelasan

Nabi Muhammad ﷺ mengabarkan bahwa manusia akan selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa setelah memastikan matahari telah terbenam. Hal itu dalam rangka menjalankan Sunnah dan mengikuti batasannya.

Pelajaran

  • 1- An-Nawawiy berkata, "Di dalamnya terkandung anjuran untuk menyegerakan berbuka setelah memastikan matahari telah terbenam. Maknanya, urusan umat akan senantiasa teratur dan mereka dalam kebaikan selama mereka memelihara Sunnah ini. Apabila mereka mengakhirkannya, hal itu menjadi petunjuk adanya kebinasaan yang mereka akan terjerumus ke dalamnya."
  • 2- Bertahannya kebaikan pada umat dengan sebab mengikuti Sunnah dan rusaknya urusan mereka berkaitan dengan meninggalkan Sunnah.
  • 3- Menyelisihi ahli kitab dan ahli bidah karena mereka mengakhirkan buka puasa.
  • 4- Ibnu Ḥajar berkata, "Di dalamnya terdapat penjelasan tentang alasannya. Al-Muhallab berkata, 'Hikmahnya agar tidak menambahkan sebagian malam pada siang. Juga karena hal itu lebih bersahabat bagi orang yang berpuasa dan lebih kuat untuk beribadah. Tetapi, ulama sepakat bahwa hal itu berlaku jika kepastian matahari terbenam telah diperoleh melalui rukyat atau informasi dua orang yang terpercaya. Demikian juga kalau hanya satu orang yang terpercaya, menurut pendapat yang lebih kuat.'"
  • 5- Ibnu Ḥajar berkata, "Peringatan: termasuk bidah yang mungkar adalah hal yang diadakan di zaman ini dalam bentuk melakukan azan kedua kira-kira sepertiga jam sebelum Subuh di bulan Ramadan dan mematikan lampu sebagai tanda berhenti makan dan minum bagi orang yang ingin puasa. Orang yang mencetuskannya mengklaim bahwa hal itu sebagai wujud sikap hati-hati dalam ibadah sementara yang mengetahuinya hanya segelintir orang. Hal itu menyeret mereka untuk tidak mengumandangkan azan Magrib kecuali setelah matahari terbenam satu derajat untuk lebih memastikan waktu berbuka, menurut mereka. Dengan demikian, mereka mengakhirkan buka puasa dan menyegerakan sahur, sekaligus menyelisihi Sunnah. Oleh karena itu, kebaikan berkurang dari mereka dan keburukan semakin bertambah di tengah mereka. Hanya Allah tempat memohon pertolongan."
Penjelasan: العربية

أَخْبَرَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنه لا يزال الناس بخير ما عَجَّلوا الفطر في الصيام بعد التَّحَقُّق من غروب الشمس؛ وذلك امتثالًا للسُّنَّة، والوقوف عند حدِّها.

  • قال النووي: فيه الحث على تعجيله بعد تحقُّق غروب الشمس، ومعناه لا يزال أَمْرُ الأمة مُنتظمًا وهم بخير ما داموا محافظين على هذه السنة، وإذا أخّروه كان ذلك علامة على فسادٍ يَقَعون فيه.
  • بقاء الخير في الناس بسبب اتباعهم للسنة، وفساد الأمور يتعلق بتغيُّر السنة.
  • مخالفة أهل الكتاب وأهل البدع، فإنهم يؤخِّرون الإفطار.
  • قال ابن حجر: وفيه بيان العلة في ذلك، قال المُهَلّب: والحكمة في ذلك أن لا يُزاد في النهار من الليل، ولأنه أرفق بالصائم وأقوى له على العبادة، واتفق العلماء على أنّ مَحَلّ ذلك إذا تحقق غروب الشمس بالرؤية أو بإخبار عَدْلَين، وكذا عدل واحد في الأرجح.
  • قال ابن حجر: تنبيه: من البدع المنكرة ما أُحْدِث في هذا الزمان من إيقاع الأذان الثاني قبل الفجر بنحو ثلث ساعة في رمضان، وإطفاء المصابيح التي جعلت علامة لتحريم الأكل والشرب على من يريد الصيام زعمًا ممن أحدثه أنه للاحتياط في العبادة، ولا يعلم بذلك إلا آحاد الناس، وقد جَرَّهم ذلك إلى أن صاروا لا يؤذِّنون إلا بعد الغروب بدرجة لتمكين الوقت زعموا، فأخروا الفطر، وعجلوا السحور، وخالفوا السنة، فلذلك قَلَّ عنهم الخير وكثر فيهم الشر، والله المستعان.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya