Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عن أبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ مُسْلِمَةٍ تُسَافِرُ مَسِيرَةَ لَيْلَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا رَجُلٌ ذُو حُرْمَةٍ مِنْهَا».
Terjemahan
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Seorang wanita muslimah tidak boleh melakukan perjalanan satu malam kecuali harus didampingi seorang laki-laki yang memiliki ikatan mahram dengannya."
Penjelasan
Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa haram hukumnya seorang wanita muslimah melakukan perjalanan dengan jarak tempuh satu malam kecuali harus didampingi oleh seorang laki-laki di antara mahramnya.
Pelajaran
- 1- Ibnu Ḥajar berkata, "Seorang wanita tidak boleh melakukan perjalanan tanpa mahram. Hukum tersebut adalah ijmak di selain haji dan umrah serta keluar dari negeri syirik. Tetapi, ada sebagian ulama menjadikannya sebagai syarat wajib haji."
- 2- Kesempurnaan syariat Islam dan perhatiannya untuk menjaga dan melindungi perempuan.
- 3- Beriman kepada Allah dan hari Akhir mengharuskan tunduk kepada syariat Allah dan mematuhi batasan-batasannya.
- 4- Mahram seorang wanita adalah suaminya atau orang-orang yang haram menikahinya secara permanen karena adanya ikatan kekerabatan, persusuan atau pernikahan dan merupakan seorang muslim yang balig, berakal dan terpercaya karena tujuan persyaratan mahram ialah untuk melindungi dan menjaga perempuan serta mengurus urusannya.
- 5- Al-Baihaqiy berkata tentang riwayat-riwayat yang ada seputar jarak perjalanan yang tidak boleh dilakukan perempuan kecuali harus didampingi seorang mahram, "Kesimpulannya, semua yang disebut perjalanan jauh (safar) maka dilarang bagi perempuan tanpa suami atau mahram, baik perjalanan tiga hari, dua hari, satu hari, satu barīd (sejarak sekitar 44 km), atau lainnya. Hal itu berdasarkan riwayat Ibnu 'Abbās yang bersifat mutlak dan merupakan riwayat Muslim yang paling akhir, yaitu: Seorang perempuan tidak boleh melakukan perjalanan jauh kecuali harus didampingi seorang mahram. Ini mencakup semua yang disebut safar (perjalanan jauh)." Sedangkan hadis ini sesuai dengan keadaan penanya dan negerinya.
Penjelasan: العربية
بَيَّنَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنّه يَحْرُم على المرأة المسلمة أن تسافر مسيرة ليلة إلا أن يكون معها رجل مِن محارمِها.
- قال ابن حجر: عدم جواز السفر للمرأة بلا مَحرَم، وهو إجماع في غير الحج والعمرة، والخروج مِن دار الشرك، ومنهم من جعل ذلك مِن شرائط الحج.
- كمال الشريعة الإسلامية، وحرصها على صَوْن المرأة وحمايتها.
- الإيمان بالله واليوم الآخر يَستلزم الخضوع لشرع الله، والوقوف عند حدودِه.
- مَحْرَم المرأة هو زوجها أو مَن يَحرُم عليها بالتأبيد بسبب قرابة، أو رضاع، أو مصاهرة، ويكون مسلمًا بالغًا عاقلًا ثقة مأمونًا؛ فإنَّ المقصود من المحرم حماية المرأة وصيانتها والقيام بشأنها.
- قال البيهقي عن الروايات الواردة في مُدَّة السفر الذي لا تسافر فيها المرأة إلا مع ذي مَحرم: والحاصل أنّ كل ما يُسمّى سفرًا تنهى عنه المرأة بغير زوج أو محرم سواء كان ثلاثة أيام أو يومين أو يومًا أو بَريدًا أو غير ذلك؛ لرواية ابن عباس المُطلَقة، وهي آخر روايات مسلم السابقة: {لا تسافر امرأة إلا مع ذي محرم} وهذا يتناول جميع ما يسمى سفرًا. انتهى، وهذا الحديث كان بحسب حال السائل وموطنه.