Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عَنْ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ».
Terjemahan
Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika kalian sudah melihat hilal Ramadan, maka berpuasalah! Jika kalian sudah melihat hilal Syawal, maka berbukalah! Jika ia tertutup awan, maka perkirakanlah!"
Penjelasan
Nabi ﷺ menjelaskan tanda masuk dan berakhirnya bulan Ramadan. Beliau bersabda: Apabila kalian melihat hilal Ramadan, maka berpuasalah. Tetapi jika kalian terhalangi oleh mendung dan hilal tertutupi dari kalian, maka hitunglah tiga puluh hari untuk bulan Syakban. Apabila kalian melihat hilal Syawal, maka berlebaranlah. Tetapi jika kalian terhalangi mendung dan hilal tertutupi dari kalian, maka hitunglah tiga puluh hari untuk bulan Ramadan.
Pelajaran
- 1- Bertumpu pada rukyat dalam menetapkan masuknya bulan hijriah, bukan pada hisab.
- 2- Ibnul-Munżir menukil adanya ijmak bahwa puasa tidak wajib jika masuknya bulan Ramadan ditetapkan menggunakan hisab saja tanpa rukyat.
- 3- Kewajiban menyempurnakan Syakban tiga puluh hari jika rukyat hilal Ramadan terhalangi oleh mendung atau lainnya.
- 4- Bulan hijriah hanya terdiri dari 29 atau 30 hari.
- 5- Kewajiban menyempurnakan bulan Ramadan tiga puluh hari jika hilal Syawal terhalangi oleh mendung atau lainnya.
- 6- Siapa yang berada di tempat yang tidak ada orang yang memperhatikan urusan puasa kaum muslimin atau termasuk orang yang melalaikan hal itu, maka ia harus memperhatikannya dan menanyakannya pada orang yang mengetahuinya, baik dengan rukyat sendiri atau rukyat orang yang ia percayai, lalu berpuasa dan berlebaran dengan dasar itu.
Penjelasan: العربية
بَيَّنَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم علامةَ دخول شهر رمضان وخروجه، فقال: إذا رأيتم هلال رمضان فصوموا، فإنْ حَالَ بينكم وبينه غَيْمٌ وسُتِرَ عليكم؛ فعُدُّوا ثلاثين يومًا لشهر شعبان، وإذا رأيتم هلال شوال فأفطروا، فإنْ حال بينكم وبينه غَيْمٌ وسُترَ عليكم؛ فعُدُّوا ثلاثين يومًا لشهر رمضان.
- الاعتماد على الرؤية لا على الحساب في إثبات دخول الشهر.
- نقل ابن المنذر الإجماع على أنه لا يجب الصيام إذا كان دخول شهر رمضان بالحساب فقط دون الرؤية.
- وجوب إكمال شعبان ثلاثين يومًا إذا حال دون رؤية هلال رمضان غَيْمٌ أو نحوه .
- الشهرُ القَمَريُّ لا يكون إلا تسعةً وعشرون يومًا، أو ثلاثين يومًا.
- وجوب إكمال رمضان ثلاثين يومًا إذا حال غيم أو نحوه دون هلال شوال.
- من كان بموضع ليس فيه مَن يَتَفَقَّدُ أَمْرَ المسلمين في الصوم، أو كان ممن يضيِّع ذلك فينبغي أن يراعي ذلك ويَتفقده بمَن يثبت ذلك عنده برؤية نفسه أو برؤية من يثق به؛ فيصوم بذلك ويفطر.