Ar-Risalah
Hadis

Sungguh, aku akan memberikan panji ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberi kemenangan melalui tangannya

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Muslim

Teks Arab

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمَ خَيْبَرَ: «لَأُعْطِيَنَّ هَذِهِ الرَّايَةَ رَجُلًا يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ، يَفْتَحُ اللهُ عَلَى يَدَيْهِ» قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: مَا أَحْبَبْتُ الْإِمَارَةَ إِلَّا يَوْمَئِذٍ، قَالَ فَتَسَاوَرْتُ لَهَا رَجَاءَ أَنْ أُدْعَى لَهَا، قَالَ فَدَعَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ، فَأَعْطَاهُ إِيَّاهَا، وَقَالَ: «امْشِ، وَلَا تَلْتَفِتْ، حَتَّى يَفْتَحَ اللهُ عَلَيْكَ» قَالَ فَسَارَ عَلِيٌّ شَيْئًا ثُمَّ وَقَفَ وَلَمْ يَلْتَفِتْ، فَصَرَخَ: يَا رَسُولَ اللهِ، عَلَى مَاذَا أُقَاتِلُ النَّاسَ؟ قَالَ: «قَاتِلْهُمْ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ فَقَدْ مَنَعُوا مِنْكَ دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh, aku akan memberikan panji ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberi kemenangan melalui tangannya." Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Tidak pernah aku menginginkan sebuah kepemimpinan kecuali pada hari itu. Sehingga aku pun menampakkan wajahku dengan harapan agar aku dipanggil untuk menerima panji itu." Ternyata Rasulullah ﷺ memanggil Ali bin Abi Ṭālib lalu memberikan panji itu kepadanya seraya bersabda, "Berangkatlah dan jangan menoleh hingga Allah memberimu kemenangan!" Lantas Ali berjalan sedikit kemudian berhenti tanpa menoleh seraya berseru, "Wahai Rasulullah! Atas dasar apa aku memerangi orang-orang itu?" Beliau menjawab, "Perangilah mereka hingga mereka mau bersaksi bahwa tiada sembahan yang benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah! Jika mereka telah melaksanakan hal itu, mereka telah melindungi darah dan harta mereka darimu, kecuali yang menjadi haknya (Islam), sedang hisab (perhitungan amal) mereka ada pada Allah."

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan para sahabat tentang kemenangan umat Islam di keesokan harinya menghadapi orang-orang Yahudi Khaibar, yaitu sebuah kota dekat Madinah. Hal itu akan tercapai melalui tangan seorang laki-laki yang akan beliau serahi panji perang, yaitu bendera yang dijadikan sebagai simbol pasukan. Di antara sifat laki-laki tersebut adalah ia mencintai Allah dan Rasul-Nya sekaligus dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- menyebutkan, bahwa ia tidak pernah menginginkan kepemimpinan dan tidak pula ingin ditunjuk sebagai komandan kecuali pada saat itu, karena berharap mendapatkan apa yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ berupa cinta Allah dan Rasul-Nya. Umar -raḍiyallāhu 'anhu- sengaja meninggikan badannya agar terlihat oleh Nabi ﷺ dengan harapan akan dipanggil untuk itu dan karena ingin mendapatkan panji tersebut. Ternyata Rasulullah ﷺ memanggil Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- lalu menyerakan panji perang kepadanya. Beliau memerintahkannya agar bergerak membawa pasukan dan tidak menghentikan perang setelah bertemu musuh, baik untuk beristirahat, berhenti, atau melakukan perjanjian sampai Allah memberinya kemenangan dan menaklukkan benteng Khaibar. Lantas Ali -raḍiyallāhu 'anhu- berjalan kemudian berhenti, tetapi tanpa menoleh, agar tidak menyelisihi perintah Nabi ﷺ. Ali -raḍiyallāhu 'anhu- mengangkat suaranya dengan mengatakan, "Wahai Rasulullah! Atas dasar apa aku memerangi orang-orang itu?" Beliau ﷺ bersabda: Perangilah mereka hingga mereka mengikrarkan syahadat Lā ilāha illallāh Muḥammad rasūlullāh. Jika mereka memenuhinya dan masuk ke dalam Islam, mereka telah melindungi darah dan harta mereka darimu. Darah dan harta mereka terlindungi kecuali dengan hak Islam, yaitu jika mereka melakukan suatu kejahatan atau pidana yang mengakibatkan mereka berhak mendapatkan hukum mati berdasarkan hukum Islam. Sedangkan hisab amalan mereka di akhirat adalah hak Allah.

Pelajaran

  • 1- Para sahabat tidak tertarik terhadap kepemimpinan karena di dalamnya terkandung tanggung jawab yang besar.
  • 2- Boleh mengajukan diri dan berharap untuk melakukan perkara yang dipastikan kebaikannya.
  • 3- Arahan seorang pemimpin kepada panglima pasukan tentang cara mengambil tindakan dalam medan perang.
  • 4- Kepatuhan sahabat Rasulullah ﷺ terhadap wasiat beliau serta kesegeraan mereka dalam melaksanakannya.
  • 5- Orang yang belum memahami sebagian yang diperintahkan kepadanya, hendaknya dia menanyakannya.
  • 6- Di antara bukti kenabian Rasulullah ﷺ adalah beliau mengabarkan tentang kemenangan atas orang-orang Yahudi, yaitu beliau mengabarkan penaklukan Khaibar, lalu hal itu terjadi seperti yang beliau kabarkan.
  • 7- Motivasi untuk maju dan segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah ﷺ.
  • 8- Tidak boleh membunuh orang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat, kecuali ia melakukan sesuatu yang berkonsekuensi hukuman mati.
  • 9- Hukum-hukum Islam berlaku sesuai dengan yang tampak pada manusia, dan Allah yang mengurus urusan batin mereka.
  • 10- Tujuan besar jihad ialah agar manusia masuk ke dalam Islam.
Penjelasan: العربية

أَخْبَرَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم الصحابةَ بانتصار المسلمين مِن الغَد على يهود خيبر مَدينة قُرْبَ المدينة، وذلك على يَد رجل يعطيه الراية، وهو العَلَم الذي يَتخذه الجيش شعارًا له، وهذا الرجل مِن صفاته أنه يحب الله ورسوله، ويحبه الله ورسوله. وقد ذَكَرَ عُمرُ بن الخطاب رضي الله عنه أنه ما أحبَّ الإمارةَ وأن يكون هو المقصود إلا يومئذ؛ رجاء أن يصيبه ما قاله النبي صلى الله عليه وسلم من حُبِّ الله ورسوله، ومدَّ عمر رضي الله عنه جسده ليراه النبي صلى الله عليه وسلم رجاء أن يُدْعَى لها، وحرصًا وطمعًا في أخذ تلك الراية. فدعا صلى الله عليه وسلم عليَّ بن أبي طالب رضي الله عنه فأعطاه الراية، وأمره النبي صلى الله عليه وسلم أن يَتحرَّك بالجيش، وألَّا ينصرف عن القتال بعد لقاء عدوه براحة أو توقف أو هدنة حتى يفتح الله عليه هذه الحصون بالنصر والغلبة. فسار عليٌّ رضي الله عنه، ثم وَقَفَ إلا أنه لم يلتفت؛ لئلا يخالِف أمرَ النبيِّ صلى الله عليه وسلم، فرفع عليٌّ رضي الله عنه صوته: يا رسول الله، على ماذا أقاتل الناس؟ فقال صلى الله عليه وسلم: قاتلهم حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدًا رسول الله، فإذا استجابوا، ودخلوا في الإسلام؛ فقد منعوا منك دماءهم وأموالهم وحَرُمَت عليك، إلا بحقِّها يعني إلا إذا ارتكبوا جريمة أو جناية يستحقون عليها القتل بموجب أحكام الإسلام، وحسابهم على الله.

  • الصحابة كانوا يَكرهون الإمارة لما فيها من عِظَم المسؤولية.
  • جواز التطلُّع والاستشراف لأمر تأكَّد خيرُه.
  • توجيه الإمام لقائد الجيش في كيفية التصرّف في ساحة المعركة.
  • التزام أصحاب الرسول صلى الله عليه وسلم لوصاياه والمبادرة إلى تنفيذها.
  • مَن أَشْكَلَ عليه شيء فيما طُلب منه سأل عنه.
  • من دلائل نبوته صلى الله عليه وسلم إخباره بالنصر على اليهود، حيث أخبر عن فتح خيبر فكان كما أخبر.
  • الحث على الإقدام والمبادرة إلى ما أمر به رسول الله صلى الله عليه وسلم.
  • لا يجوز قتل من نطق بالشهادتين إلا إذا ظهر منه ما يستوجب القتل.
  • تجري أحكام الإسلام على ما يظهر من الناس والله يتولى سرائرهم.
  • المقصود الأعظم من الجهاد هو دخول الناس في الإسلام.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya