Ar-Risalah
Hadis

Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam bergulat. Sesungguhnya ‎orang kuat ialah siapa yang dapat menahan dirinya ketika marah.‎

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam bergulat. Sesungguhnya ‎orang kuat ialah siapa yang dapat menahan dirinya ketika marah.‎"

Penjelasan

Nabi ﷺ menjelaskan bahwa kekuatan sejati bukan pada kekuatan fisik atau orang yang menang gulat adalah orang kuat. Orang kuat nan hebat ialah yang mampu melawan dirinya dan menaklukkannya ketika marahnya membuncah karena hal itu menunjukkan kekuatannya dalam mengendalikan diri dan kemenangannya menaklukkan setan.

Pelajaran

  • 1- Keutamaan sifat tenang dan mengendalikan diri ketika marah. Hal tersebut termasuk amal saleh yang dianjurkan oleh Islam.
  • 2- Menahan diri ketika marah lebih berat dari melawan musuh.
  • 3- Islam mengubah persepsi tentang kekuatan di masa jahiliah menjadi akhlak mulia sehingga orang yang paling kuat ialah yang menguasai kendali dirinya.
  • 4- Menjauhi amarah karena dapat menyebabkan kemudaratan terhadap pribadi dan masyarakat.
Penjelasan: العربية

يُبَيِّنُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنَّ القوةَ الحقيقيةَ ليست قوةَ الجَسَد، أو الذي يَصْرَعُ غيرَه من الأقوياء، وإنما القويُّ الشديدُ هو الذي جاهَدَ نفسَه وقَهَرَها حينما يَشتدُّ به الغضبُ؛ لأنَّ هذا يدل على قوّة تَمَكُّنِهِ من نفسه وتَغَلُّبِه على الشيطان.

  • فضيلة الحِلْم وضَبْط النفس عند الغضب، وأنه من الأعمال الصالحة التي حَثَّ عليها الإسلام.
  • مجاهدة النفس عند الغضب أشدُّ من مجاهدة العدو.
  • تغيير الإسلام لمفهوم القوة الجاهلي إلى أخلاق كريمة، فأشد الناس قوّة هو مَن مَلَكَ زِمَام نفسِه.
  • الابتعاد عن الغضب؛ لما يسبِّبُه من الأضرار على الأفراد والمجتمع.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya