Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عن عائشة رضي الله عنها قالت: قال النبي صلى الله عليه وسلم: «لَا تَسُبُّوا الْأَمْوَاتَ، فَإِنَّهُمْ قَدْ أَفْضَوْا إِلَى مَا قَدَّمُوا».
Terjemahan
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah meninggal, karena sesungguhnya mereka telah mendapatkan apa yang telah mereka kerjakan."
Penjelasan
Nabi ﷺ menerangkan keharaman mencaci dan merusak kehormatan orang yang sudah meninggal karena hal itu termasuk akhlak buruk dan karena mereka telah mendapatkan balasan amal kebaikan ataupun keburukan yang mereka kerjakan. Selain itu, cacian ini tidak sampai ke mereka, bahkan hanya menyakiti orang yang masih hidup.
Pelajaran
- 1- Hadis ini merupakan dalil keharaman mencaci orang yang sudah meninggal dunia.
- 2- Tidak mencaci orang yang sudah meninggal dunia adalah bentuk perhatian terhadap kemaslahatan orang yang masih hidup serta menjaga keutuhan masyarakat dari saling benci dan dendam.
- 3- Hikmah larangan mencela orang yang sudah meninggal dunia ialah karena mereka telah mendapatkan balasan apa yang pernah mereka lakukan sehingga mencaci mereka tidak lagi berguna, akan tetapi justru dapat menyakiti keluarganya yang masih hidup.
- 4- Tidak sepatutnya seseorang mengucapkan sesuatu yang tidak mengandung maslahat.
Penjelasan: العربية
يُبَيِّنُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم حُرْمةَ سبِّ الأموات والوقوع في أعراضهم، وأنَّ هذا من مَسَاوِئ الأخلاق، فإنهم وَصَلُوا إلى ما قدَّموه من أعمال صالحة أو طالحة، وكما أنّ هذا السبَّ لا يبلغهم فإنّه إنما يؤذي الأحياء.
- الحديث دليل على تحريم سب الأموات.
- ترك سب الأموات فيه مراعاة لمصلحة الأحياء، والحفاظ على سلامة المجتمع من التشاحن والتباغض.
- الحكمة من النهي عن سبهم أنهم وصلوا إلى ما قدموا فلا ينفع سبهم، وفيه إيذاء لأقاربه الأحياء.
- أنه لا ينبغي للإنسان أن يقول ما لا مصلحة فيه.