Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
SahihMuttafaq 'alaih
Teks Arab
عن جُبَير بن مُطْعِم رضي الله عنه أنه سمع النبي صلى الله عليه وسلم يقول: «لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ».
Terjemahan
Jubair bin Muṭ'im -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa dia mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi."
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang memutus hak kerabatnya atau menyakiti dan berbuat buruk kepada mereka, dia pantas untuk tidak masuk surga.
Pelajaran
- 1- Memutus silaturahmi merupakan salah satu dosa besar.
- 2- Silaturahmi dilakukan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku, sehingga bentuknya berbeda-beda mengikuti perbedaan tempat, waktu dan orang.
- 3- Silaturahmi dapat dilakukan dengan berkunjung, bersedekah, berbuat baik, menjenguk yang sakit, mengajak mereka pada kebaikan, melarang mereka dari keburukan, dan lain sebagainya.
- 4- Apabila perbuatan memutus silaturahmi dilakukan terhadap kerabat terdekat, maka dosanya lebih besar.
Penjelasan: العربية
يُخبِرُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنَّ مَن قَطَع عن أقاربه ما يَجِب لهم من الحقوق، أو آذاهم وأساء إليهم، فهو مُستحق ألَّا يدخلَ الجنة.
- قطيعة الرحم كبيرة من كبائر الذنوب.
- صلة الرحم تكون حسب المتعارف عليه، فتختلف باختلاف الأمكنة والأزمنة والأشخاص.
- صلة الرحم تكون بالزيارة، والصدقة، والإحسان إليهم، وعيادة المرضى، وأمرهم بالمعروف، ونهيهم عن المنكر، وغير ذلك.
- كلما كانت قطيعة الرحم في الأقرب كانت أشدَّ إثمًا.