Ar-Risalah
Hadis

“Kondisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika dia bersujud, sebab itu perbanyaklah doa padanya.”

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Muslim

Teks Arab

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Kondisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika dia bersujud, sebab itu perbanyaklah doa padanya.”

Penjelasan

Nabi ﷺ menjelaskan bahwa keadaan terdekat hamba dari Tuhannya ialah ketika dia sujud, yaitu ketika orang yang mengerjakan salat meletakkan bagian tubuhnya yang paling tinggi dan paling mulia di atas tanah sebagai bentuk merendahkan dan menghinakan diri kepada Allah ﷻ di saat ia sujud. Beliau ﷺ memerintahkan agar memperbanyak doa dalam sujud sehingga terkumpul di dalamnya penghinaan diri kepada Allah dengan perkataan dan perbuatan.

Pelajaran

  • 1- Ketaatan menambah kedekatan hamba kepada Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-.
  • 2- Anjuran banyak berdoa dalam sujud karena termasuk momen yang mustajab untuk berdoa.
Penjelasan: العربية

بَيَّنَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنَّ أقربَ ما يكون العبد من ربه وهو ساجد؛ وذلك أنّ المصليَ يَضعُ أعلى وأشرف ما في جسده على الأرض خضوعًا وتَذَلُّلًا وتواضعًا لله عز وجل وهو ساجد. وقد أمر صلى الله عليه وسلم بالإكثار من الدعاء في السجود، فيجتمع في ذلك التَذَلُّلُ لله بالقول والفعل.

  • الطاعة تزيدُ العبدَ قُرْبًا مِن الله سبحانه وتعالى.
  • استحبابِ كثرةِ الدعاء في السجود؛ لأنه من مواطن الإجابة.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya