Ar-Risalah
Hadis

Sungguh, orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak dapat memberi syafaat kelak di hari Kiamat

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Muslim

Teks Arab

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رضي الله عنه: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ اللَّعَّانِينَ لَا يَكُونُونَ شُهَدَاءَ وَلَا شُفَعَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ».

Terjemahan

Abu Ad-Dardā` -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh, orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak dapat memberi syafaat kelak di hari Kiamat."

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang suka mengucapkan laknat terhadap orang yang tidak berhak mendapatkannya, ia pantas mendapatkan dua hukuman: Pertama: Tidak menjadi saksi kelak di hari Kiamat bagi umat manusia bahwa rasul-rasul mereka telah menyampaikan risalah, tidak diterima kesaksiannya di dunia karena kefasikannya, dan tidak akan diberikan karunia mati syahid di medan perang. Kedua: Tidak dapat memberi syafaat kelak di hari Kiamat ketika orang-orang beriman memberi syafaat kepada saudara-saudara mereka yang seharusnya masuk neraka.

Pelajaran

  • 1- Pengharaman melaknat, bahwa banyak melaknat termasuk dosa besar.
  • 2- Hukuman yang disebutkan dalam hadis adalah bagi orang yang banyak mengucapkan laknat, bukan untuk yang sekali dan semisalnya. Juga tidak termasuk laknat yang dibolehkan, yaitu pelaknatan yang disebutkan oleh syariat terhadap para pemilik sifat-sifat tercela tanpa menunjuk personal. Misalnya ungkapan: semoga Allah melaknat orang Yahudi dan Nasrani, laknat Allah terhadap orang yang zalim, Allah melaknat tukang gambar, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Lut, semoga Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, semoga Allah melaknat laki-laki yang meniru perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki, dan lain sebagainya,
  • 3- Menetapkan adanya syafaat dari orang-orang beriman kelak di hari Kiamat.
Penjelasan: العربية

أَخْبَرَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنَّ مَن يُكثر اللعن على مَن لا يستحق فهو مستحق لعقوبتين: الأولى: لا يكون شهيدًا يوم القيامة على الأمم بتبليغ رسلِهم إليهم الرسالات، ولا تقبل شهادته في الدنيا؛ لفسقه، ولا يرزق الشهادة وهي القتل في سبيل الله. الثانية: لا يشفع يوم القيامة حين يشفع المؤمنون في إخوانهم الذين استَوجَبوا النار.

  • تحريم الَّلعن، وأنّ كَثرته من كبائر الذنوب.
  • العقوبة في الحديث إنما هي لمن كثر منه اللعن، لا لِمَرّة ونحوها، ولأنه يخرج منه أيضًا اللعن المباح، وهو الذي ورد الشرع به بلعن أصحاب الأوصاف المذمومة بغير تعيين كقولك: «لعن الله اليهود والنصارى»، «لعنة الله على الظالمين»، «لعن الله المُصَوِّرين»، «لعن الله من عمل عمل قوم لوط»، «لعن الله من ذبح لغير الله»، «لعن الله المتشبِّهين من الرجال بالنساء والمتشبهات من النساء بالرجال»، ونحو ذلك.
  • إثبات شفاعة المؤمنين يوم القيامة.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya