Ar-Risalah
Hadis

Tidaklah suatu kaum duduk dalam sebuah majelis yang di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah Ta'ala dan tidak pula berselawat kepada nabi mereka, kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka. Jika berkehendak, Allah akan mengazab mereka, dan jika berkehendak, Allah akan mengampuni mereka

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Abu Daud, Tirmizi, dan Nasai dalam Al-Kubrā

Teks Arab

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah suatu kaum duduk dalam sebuah majelis yang di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah Ta'ala dan tidak pula berselawat kepada nabi mereka, kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka. Jika berkehendak, Allah akan mengazab mereka, dan jika berkehendak, Allah akan mengampuni mereka."

Penjelasan

Nabi ﷺ mengingatkan agar tidak lalai berzikir kepada Allah, bahwa tidaklah sejumlah orang duduk dalam suatu majelis (perkumpulan) lalu tidak berzikir kepada Allah Ta'ala di dalamnya dan tidak pula berselawat kepada Rasulullah ﷺ, kecuali majelis tersebut akan menjadi penyesalan dan kerugian bagi mereka kelak di hari Kiamat. Jika Allah berkenan, maka Allah akan menyiksa mereka lantaran dosa mereka yang telah lalu dan kelalaian mereka di waktu yang akan datang. Dan jika berkenan, Allah memberi mereka ampunan sebagai karunia dan rahmat dari-Nya.

Pelajaran

  • 1- Anjuran dan keutamaan berzikir.
  • 2- Keutamaan majelis yang berisikan zikir kepada Allah Ta'ala dan penyebutan Rasulullah ﷺ, bahwa majelis yang tidak berisikan hal itu adalah majelis yang akan mendatangkan kesialan bagi pelakunya kelak di hari Kiamat.
  • 3- Peringatan yang disebutkan bertujuan agar tidak lalai berzikir kepada Allah tidak terbatas di majelis saja, tetapi berlaku umum untuk lainnya juga. An-Nawawiy berkata, "Dimakruhkan bagi orang yang duduk di suatu tempat lalu meninggalkannya sebelum berzikir kepada Allah Ta'ala."
  • 4- Penyesalan yang akan mereka dapatkan kelak di hari Kiamat bisa jadi disebabkan oleh kehilangan pahala dan ganjaran lantaran tidak memanfaatkan waktu untuk ketaatan kepada Allah atau disebabkan oleh adanya dosa dan siksaan lantaran mengisi waktu dengan kemaksiatan kepada Allah.
  • 5- Peringatan ini terkait kelalaian dalam perkara mubah, lalu bagaimana dengan perkumpulan-perkumpulan haram yang mengandung gibah, adu domba dan lainnya?!
Penjelasan: العربية

حَذَّرَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم مِن الغفلة عن ذِكْر الله، وأنه ما قَعَدَ قوم في مجلسٍ ولم يذكروا الله تعالى فيه، ولم يصلوا على رسوله صلى الله عليه وسلم إلا كان ذاك المجلس حَسْرة عليهم ونَدَامة وخسارة ونقصانًا يوم القيامة، فإن شاء عذّبهم بذنوبهم السابقة وتقصيراتهم اللاحقة، وإن شاء غفر لهم فضلًا منه ورحمة.

  • الحث على الذكر وفضله.
  • فضل المجالس التي فيها ذكر الله تعالى، وذكر رسوله صلى الله عليه وسلم، وأن المجالس التي ليس فيها ذلك هي مجالس شُؤْمٍ على أهلها يوم القيامة.
  • ما ذُكر من التحذير عن الغفلة عن ذكر الله ليس مُقتصرًا على المجالس فقط، بل يَعُمُّ غيرها، قال النووي: يكره لمن قعد في مكان أن يفارقه قبل أن يذكر الله تعالى فيه.
  • الحسرة الحاصلة لهم يوم القيامة: إما بفوات الأجر والثواب لعدم الاستفادة من الوقت في طاعة الله، وإما بالإثم والعقاب لإشغال الوقت بمعصية الله.
  • هذا التحذير إذا كانت هذه الغفلة بالمباحات، فكيف بالمجالس المحرمة التي فيها الغيبة والنميمة وغيرها؟!

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya