Ar-Risalah
Hadis

Siapa memiliki dua istri, kemudian ia lebih condong kepada salah satunya, maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan pundaknya miring sebelah

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad

Teks Arab

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا، جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Siapa memiliki dua istri, kemudian ia lebih condong kepada salah satunya, maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan pundaknya miring sebelah."

Penjelasan

Nabi Muhammad ﷺ mengabarkan bahwa orang yang memiliki istri lebih dari satu lalu tidak berbuat adil di antara istrinya dengan keadilan yang ada dalam ranah kemampuan, yaitu menyamakan nafkah, tempat tinggal, pakaian dan giliran bermalam, maka hukumannya kelak di hari Kiamat ialah sebelah badannya akan miring. Kemiringannya tersebut adalah hukuman terhadap ketidakadilannya, sebagaimana ia berat sebelah dalam perlakuannya.

Pelajaran

  • 1- Kewajiban suami bersikap adil di antara dua istrinya atau beberapa istrinya, dan ia diharamkan bersikap berat sebelah kepada salah satunya dalam perkara-perkara yang ia mampu lakukan seperti nafkah, bermalam, sikap baik dan semisalnya.
  • 2- Memberikan yang sama dalam pembagian hari dan lainnya yang dapat dilakukan manusia. Adapun dalam perkara yang tidak dapat dilakukan, seperti cinta dan kecenderungan hati, hal itu tidak masuk dalam hadis ini. Itulah yang dimaksudkan dalam firman Allah Ta'ala: "Kalian tidak akan dapat berlaku adil di antara istri, walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian." (QS. An-Nisā`: 129)
  • 3- Balasan setimpal dengan jenis perbuatan. Ketika seorang laki-laki di dunia berat sebelah kepada salah satu istrinya, kelak di hari Kiamat ia akan datang dalam keadaan badannya miring sebelah.
  • 4- Menjunjung hak manusia, bahwa tidak ada toleransi dalam hak manusia karena ia dibangun di atas kekikiran dan tuntutan terhadap semua haknya.
  • 5- Anjuran mencukupkan diri dengan satu istri jika seseorang takut tidak bisa berbuat adil di antara istrinya agar ia tidak melakukan dosa dalam agama. Allah Ta'ala berfirman, "Tetapi jika kalian khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka nikahilah satu orang saja." (QS. An-Nis‎ā`: 3)
Penjelasan: العربية

يُخْبِرُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنَّ مَن كانت له أكثر من زوجة، فلم يَعْدِل بين زوجاته العدلَ المُستطاع، من مساواة بينهن في الإنفاق والمسكن والملبس والمَبِيْت، بأنَّ عقابه يوم القيامة أن يكون نصفُ جسدِه مائلًا، وميلانه عقوبة له على جوره، كما مَالَ في معاملته.

  • وجوب القَسْمِ على الرجل بين زوجتيه أو زوجاته، ويَحْرُم عليه المَيْلُ إلى إحداهنَّ عن الأخرى، فيما يقدر عليه من النفقة، والمبيت، وحسن المقابلة، ونحو ذلك.
  • التسوية في القِسْمَة ونحو ذلك، فيما يملك الإنسان، أما ما لا يملكه كالمحبة والمَيْل القلبي فإنه لا يدخل في الحديث، وهو المقصود في قوله تعالى: {ولن تستطيعوا أن تعدلوا بين النساء ولو حرصتم} [النساء: 129].
  • الجزاء يكون من جنس العمل، فإنَّ الرجل لما مال في الدنيا من زوجةٍ إلى أخرى، جاء يوم القيامة مائلًا أحدُ شِقَّيْه عن الآخر.
  • تعظيم حقوق العباد، وأنه لا يُسامَح فيها؛ لأنها مبنيةٌ على الشُّحِّ والتَّقَصِّي.
  • استحباب الاقتصار على زوجةٍ واحدةٍ، إذا خاف الرجل أن لا يعدل بين زوجاته؛ لئلا يقع في التقصير في الدين؛ قال تعالى: {فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً} [النساء: 3].

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya