Ar-Risalah
Hadis

Berdoalah (dengan mengucapkan), 'Ya Allah! Tunjukilah aku dan berilah aku ketepatan dalam bertindak.' Ingatlah tentang petunjuk itu seperti engkau mengikuti jalan dan tentang ketepatan seperti tepatnya anak panah

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Muslim

Teks Arab

عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قُلِ اللهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي، وَاذْكُرْ بِالْهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ، وَالسَّدَادِ سَدَادَ السَّهْمِ».

Terjemahan

Ali -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, "Berdoalah (dengan mengucapkan), 'Ya Allah! Tunjukilah aku dan berilah aku ketepatan dalam bertindak.' Ingatlah tentang petunjuk itu seperti engkau mengikuti jalan dan tentang ketepatan seperti tepatnya anak panah."

Penjelasan

Nabi ﷺ memerintahkan Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- agar berdoa dan memohon kepada Allah dengan mengatakan: Allāhumma-hdinī (ya Allah! Berilah aku petujuk); bimbinglah aku dan tunjuki diriku .. wa saddidnī (dan berilah aku ketepatan dalam bertindak); yaitu berikan aku taufik dan jadikan aku konsisten dalam seluruh urusanku. Petunjuk atau hidayah adalah mengenal kebenaran secara rinci dan global serta taufik untuk mengikutinya secara lahir dan batin. Sedangkan sadād (ketepatan) adalah taufik dan keistikamahan dalam semua urusan secara tepat di atas kebenaran, yaitu jalan yang lurus dalam perkataan, perbuatan dan keyakinan. Karena sesuatu yang maknawi (abstrak) akan menjadi jelas dengan sesuatu yang dapat diindra, maka ingatlah saat engkau memanjatkan doa ini bahwa petunjuk itu seperti engkau mengikuti jalan. Hadirkan dalam hati saat engkau meminta suatu petunjuk seperti halnya orang musafir yang mengikuti jalan, yaitu ia tidak berbelok dari jalan ke kanan ataupun ke kiri, hal itu agar ia bisa selamat dari ketersesatan, dan dengan itu ia akan memperoleh keselamatan serta akan sampai ke tujuannya dengan cepat. Kemudian "ketepatan seperti tepatnya anak panah"; yaitu engkau perhatikan saat menepatkan anak panah dalam kecepatan sampainya dan ketepatannya terhadap sasaran. Orang yang memanah ketika memanah suatu sasaran, ia akan menepatkan anak panahnya ke arah sasaran. Demikian halnya ketika engkau memohon kepada Allah Ta'ala, ketepatan yang engkau niatkan seperti keadaan anak panah. Sebab itu, di dalam permintaanmu, engkau sedang meminta puncak petunjuk dan puncak ketepatan. Hadirkan makna ini dalam hatimu sehingga engkau meminta ketepatan agar apa yang engkau niatkan persis seperti yang engkau gunakan dalam memanah.

Pelajaran

  • 1- Seorang yang berdoa harus berusaha menepatkan amalnya dan meluruskannya dengan mengikuti Sunnah dan mengikhlaskan niat.
  • 2- Anjuran berdoa dengan doa ini yang berisikan permintaan petunjuk dan keistikamahan.
  • 3- Seorang hamba seharusnya memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala dalam semua urusannya.
  • 4- Membuat permisalan di dalam pengajaran.
  • 5- Menggabungkan antara permintaan petunjuk, kondisi kesalehan, sikap istikamah di atasnya, tidak menyimpang walau sekejap, dan kesudahan yang baik. Makna doa: "tunjukilah aku", yaitu agar ia berjalan di atas jalan petunjuk, sedangkan doa: "berilah aku ketepatan", yaitu tepat dan tidak menyimpang dari petunjuk yang dilaluinya.
  • 6- Seorang yang berdoa harus memperhatikan doanya dan menghadirkan makna doa-doa yang dipanjatkannya dalam hati karena hal itu lebih berpeluang untuk dikabulkan.
Penjelasan: العربية

أَمَرَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم عليَّ بن أبي طالب رضي الله عنه أنْ يَدعوَ اللهَ ويسألَه فيقول: (اللهم اهدني) وأرشدني ودلني (وسددني) ووفقني، واجعلني مستقيمًا في جميع أموري. فالهُدَى: هو مَعرفةُ الحقِّ تفصيلًا وإجمالًا، والتوفيق لاتّباعه ظاهرًا وباطنًا. والسّداد: هو التوفيق والاستقامة في جميع الأمور بما يكون صوابًا على الحق، وهو الطريق المستقيم في القول والفعل والاعتقاد. ولأن الأمر المعنوي يَتَّضِح بالمَحْسُوس؛ تَذَكَّر وأنت تدعو هذا الدعاء بأنَّ: (الهدى: هدايتك الطريق) فأحضِر بقلبِك وأنت تسأل هدايةً كهداية مَن سافر، فإنه لا يَنحرِف عن الطريق يَمْنة أو يسرة؛ وذلك لِيَسْلَمَ مِن الضياع، وبذلك يَنال السلامة، ويَصِل إلى غايته سريعًا. (والسداد: سداد السهم) فأنت تلاحظ عند تَسْديدِك السَّهْمَ في سرعة وصوله وإصابته للهدف، فالرامي إذا رمى غرضًا سدَّد بالسهم نحو الغَرَض، فكذلك تسأل الله تعالى أنَّ ما تَنويه من السداد على شاكلة السهم؛ فتكون في سؤالك طالبًا غاية الهدى، ونهاية السداد. فأحضر هذا المعنى بقلبك حتى تسأل الله السداد ليكون ما تنويه من ذلك على مشاكلة ما تستعمله من الرمي.

  • الداعي ينبغي أن يَحرِص على تسديد عملِه وتقويمه بلزوم السنة وإخلاص النية.
  • استحباب الدعاء بهذه الكلمات الجامعة للتوفيق والسداد.
  • ينبغي على العبد الاستعانة بالله تعالى في جميع أموره.
  • ضرْب المثال في مقام التعليم.
  • الجمع بين طلب الهداية وصلاح الحال، والاستمرار عليها وعدم الزيغ عنها طرفة عين وصلاح المآل، فقوله: "اهدني" بأن يكون سائرًا على دَرْبِ الهداية، وقوله: "وسددني": من الإصابة وعدم الزيغ عند الهداية التي اعتلاها.
  • الداعي ينبغي له أن يهتمَّ بدعائه، ويستحضر معاني دعواته في قلبه؛ فهذا أَدْعَى للقبول.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya