Ar-Risalah
Hadis

Sumpah dapat melariskan barang dagangan namun menghilangkan keberkahan laba penghasilan

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عَن أَبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «الْحَلِفُ مَنْفَقَةٌ لِلسِّلْعَةِ، مَمْحَقَةٌ لِلرِّبْحِ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sumpah dapat melariskan barang dagangan namun menghilangkan keberkahan laba penghasilan."

Penjelasan

Nabi ﷺ mengingatkan agar tidak banyak bersumpah dalam jual beli walaupun sumpahnya benar. Beliau mengabarkan bahwa sumpah menjadi sebab larisnya barang dagangan, tetapi mengurangi dan menghancurkan keberkahan laba dan penghasilan. Bisa jadi Allah Ta'ala menimpakan padanya berbagai macam kejadian yang akan melenyapkannya seperti pencurian, kebakaran, tenggelam, perampasan dan kejadian lainnya yang dapat melenyapkan hartanya.

Pelajaran

  • 1- Menjunjung sumpah dengan nama Allah, bahwa ia tidak dilakukan kecuali karena suatu hajat.
  • 2- Penghasilan yang haram walaupun jumlahnya banyak, keberkahannya dicabut sehingga tidak memiliki kebaikan sama sekali.
  • 3- Al-Qārī berkata, "Hilangnya keberkahan harta yang dihasilkan bisa jadi dalam bentuk hartanya musnah atau dibelanjakan pada sesuatu yang tidak ia dapatkan manfaatnya di dunia atau pahalanya di akhirat, atau harta tersebut bertahan di tangannya namun ia tidak mendapatkan manfaatnya atau diwarisi oleh orang yang tidak mensyukurinya."
  • 4- An-Nawawiy berkata, "Adanya larangan banyak bersumpah dalam jual beli karena sumpah tanpa keperluan hukumnya makruh, apalagi disertai upaya melariskan barang jualan dan bisa jadi pembeli tertipu dengan sumpah tersebut."
  • 5- Banyak bersumpah adalah cacat dalam keimanan dan cacat dalam tauhid karena banyak bersumpah melahirkan dua perkara: Pertama: Menggampangkan sumpah dan tidak menghiraukannya. Kedua: Berbohong; karena orang yang banyak bersumpah akan jatuh dalam kebohongan. Sebab itu, sumpah harus dikurangi, dan tidak sering melakukannya. Oleh karena itu, Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- berfirman, "Jagalah sumpah kalian." (QS. Al-Mā`idah: 89)
Penjelasan: العربية

حَذَّرَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم مِن الحَلِف والإكثار منه حتى لو كان صادقًا في البيع والشراء، وأخبر أنه سبب لِرَوَاج السلعة والمتاع، لكنه نَقْصٌ وإبطال لبركة الربح والكسب، وقد يُسلِّط الله تعالى عليه وُجوهًا يَتْلَف فيها إما سَرْقًا أو حَرْقًا أو غَرَقًا أو غصبًا أو نهبًا أو عوارض أخرى يتلف بها ماله.

  • تعظيم أمر الحلف بالله، وأنه لا يكون إلا لحاجة.
  • الكسب الحرام وإن كَثُرَت كَمِّيّته؛ فإنه مَنزوع البركة لا خير فيه.
  • قال القاري: ذهاب بركة المكسوب؛ إما بتلف يلحقه في ماله، أو بإنفاقه في غير ما يعود نفعه إليه في العاجل أو ثوابه في الآجل، أو بقي عنده وحُرِم نفعه، أو وَرِثَه مَن لا يَحْمَدُه.
  • قال النووي: فيه النهي عن كثرة الحلف في البيع، فإن الحلف من غير حاجة مكروه، وينضم إليه ترويج السلعة، وربما اغترَّ المشتري باليمين.
  • كثرة الحلف نقص في الإيمان، ونقص في التوحيد؛ لأن كثرة الحلف تفضي إلى شيئين: أحدهما: التساهل في ذلك وعدم المبالاة، والأمر الثاني: الكذب، فإن من كثرت أيمانه وقع في الكذب، فينبغي التَّقَلُّلُ من ذلك وعدم الإكثار من الأيمان، ولهذا قال سبحانه: (وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ) [المائدة:89].

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya