Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضيَ اللهُ عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» يَعْنِي رِيحَهَا.
Terjemahan
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang mempelajari suatu ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah ﷻ, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan dunia, maka ia tidak akan mencium aroma surga pada hari Kiamat." Maksudnya: wanginya.
Penjelasan
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa orang yang belajar ilmu agama yang seharusnya diniatkan untuk mengejar rida Allah Ta'ala, tetapi ia tidak mempelajarinya kecuali demi mendapatkan bagian dan kenikmatan dunia berupa harta atau kedudukan, maka ia tidak akan mendapatkan aroma surga pada hari Kiamat.
Pelajaran
- 1- Kewajiban ikhlas dalam menuntut ilmu dan anjuran untuk itu.
- 2- Peringatan keras terhadap tindakan menjadikan ilmu agama sebagai bahan untuk bersikap riya atau kendaraan untuk meraih hal-hal duniawi, karena yang seperti itu termasuk dosa besar.
- 3- Siapa yang menimba ilmu karena Allah Ta'ala lalu dunia menghampirinya sebagai ikutan, maka ia boleh mengambilnya, dan hal tersebut tidak membahayakannya.
- 4- As-Sindi berkata, "Sabda beliau ﷺ, 'arfal-jannah' artinya aroma surga. Ini adalah bentuk penegasan dalam pengharaman surga baginya, karena orang yang tidak mendapatkan aroma sesuatu maka ia tidak akan menikmatinya."
- 5- Orang yang mempelajari suatu ilmu yang seharusnya diniatkan demi wajah Allah, untuk mendapatkan pekerjaan atau untuk mendapatkan tujuan-tujuan duniawi lainnya, ia harus bertobat kepada Allah dari hal tersebut dan pasti Allah akan menghapus dosa niat rusak yang telah terjadi karena Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi memiliki karunia yang besar.
- 6- Peringatan ini berlaku bagi penuntut ilmu agama. Adapun orang yang belajar salah satu ilmu duniawi demi mendapatkan kenikmatan dunia, seperti teknik, kimia, dan lainnya demi dunia, maka ia diperkenankan dengan niatnya itu.
Penjelasan: العربية
بيَّن النبي صلى الله عليه وسلم أنَ من تعلم العلم الشرعي الذي الأصل فيه أن يراد به رضى الله تعالى لا يتعلمه إلا ليصيب وينال به حظًا ومتاعًا من الدنيا من مالٍ أو جاهٍ لم يجد ريح الجنة يوم القيامة.
- وجوب الإخلاص في طلب العلم، والحث على ذلك.
- التحذير الشديد من اتخاذ العلم الشرعي رياءً أو مطية للدنيا، وأن ذلك من كبائر الذنوب.
- أن من طلب العلم لله تعالى وجاءته الدنيا تبعا جاز له أخذها، ولم يضره ذلك.
- قال السندي: قوله (عرف الجنة): الرائحة، مبالغة في تحريم الجنة؛ لأن من لا يجد ريح الشيء لا يتناوله.
- من تعلم علمًا مما يبتغى به وجه الله من أجل الوظيفة، أو من أجل أغراض أخرى؛ فإن عليه التوبة إلى الله من ذلك، والله يمحو عنه ما حصل من النية الفاسدة وهو ذو الفضل العظيم سبحانه وتعالى.
- هذا التحذير لطالب العلم الشرعي، أما من طلب علمًا من علوم الدنيا لأجل متاع الدنيا كالهندسة والكيمياء وغيرهما لأجل الدنيا فله نيته.