Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اثْنَتَانِ فِي النَّاسِ هُمَا بِهِمْ كُفْرٌ: الطَّعْنُ فِي النَّسَبِ، وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ».
Terjemahan
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Ada dua perkara yang masih dilakukan oleh manusia, keduanya merupakan wujud kekufuran: mencela nasab dan meratapi orang mati."
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan tentang dua perangai di antara kebiasaan orang kafir dan perangai masyarakat jahiliah yang masih lestari pada manusia, yaitu: Pertama: Mencela nasab orang lain dan menyombongkan diri kepada mereka. - Kedua: Meninggikan suara saat musibah sebagai bentuk murka terhadap takdir atau menyobek-nyobek pakaian akibat sangat terpukul.
Pelajaran
- 1- Anjuran sikap tawaduk dan tidak menyombongkan diri kepada orang lain.
- 2- Kewajiban sabar terhadap musibah dan tidak murka.
- 3- Perbuatan-perbuatan ini termasuk kufur kecil, dan tidak semua orang yang memiliki salah satu cabang kufur langsung kafir dengan tingkat kufur yang mengeluarkannya dari agama sampai ada padanya kufur besar.
- 4- Islam melarang semua tindakan yang dapat menyebabkan perpecahan di antara kaum muslimin seperti mencela nasab dan lainnya.
Penjelasan: العربية
يُخْبِرُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم عن خصلَتَين في الناس من أعمال الكفار، وأخلاق الجاهلية، وهما: الأولى: الطَّعْن بأنساب الناس وتَنَقُّصُهم والتكبُّر عليهم. الثانية: رفع الصوت عند المصيبة تَسَخُّطًا على القَدَر، أو قطع الثياب من شِدّة الجَزَع.
- الحثُّ على التواضع وعدَم التكبُّر على الناس.
- وجوب الصبر على المصيبة وعدم التسخُّط.
- هذه الأعمال من الكُفْر الأصغر، وليس مَن قام به شُعْبةٌ من شُعَب الكُفْر يكون كافرًا الكفر المُخْرِج من المِلّة حتى يقومَ به الكفرُ الأكبر.
- نهي الإسلام عن كلِّ ما يؤدِّي إلى الفُرْقَة بين المسلمين من الطعن في الأنساب وغيرها.