Ar-Risalah
Hadis

Siapa yang bersumpah, lalu mengatakan dalam sumpahnya, 'Demi Lāt dan 'Uzzā', maka hendaklah dia mengucapkan, 'Lā ilāha illallāh!' Siapa yang berkata kepada temannya, 'Kemarilah, ayo kita berjudi!', maka hendaknya dia bersedekah!

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ حَلَفَ فَقَالَ فِي حَلِفِهِ: وَاللَّاتِ وَالعُزَّى، فَلْيَقُلْ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ: تَعَالَ أُقَامِرْكَ، فَلْيَتَصَدَّقْ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang bersumpah, lalu mengatakan dalam sumpahnya, 'Demi Lāt dan 'Uzzā', maka hendaklah dia mengucapkan, 'Lā ilāha illallāh!' Siapa yang berkata kepada temannya, 'Kemarilah, ayo kita berjudi!', maka hendaknya dia bersedekah!"

Penjelasan

Nabi ﷺ mewanti-wanti jangan sampai bersumpah dengan selain Allah karena orang beriman itu tidak akan bersumpah kecuali dengan Allah. Beliau mengabarkan bahwa orang yang bersumpah dengan selain Allah, seperti orang yang bersumpah dengan Lāt dan 'Uzzā yang merupakan berhala yang disembah di masa jahiliah sebelum Islam, maka ia wajib memperbaikinya dengan membaca: Lā ilāha illallāh, sebagai bentuk pembebasan diri dari kesyirikan sekaligus sebagai kafarat terhadap sumpahnya itu. Kemudian beliau ﷺ mengabarkan bahwa orang yang mengatakan kepada temannya, "Mari, kita berjudi", maka dianjurkan agar ia bersedekah dengan sesuatu sebagai kafarat atas ajakannya itu. Judi adalah tindakan dua orang atau lebih untuk saling taruhan harta di antara mereka, lalu diambil oleh yang menang, dan masing-masing tidak lepas dari kemungkinan untung atau rugi.

Pelajaran

  • 1- Bersumpah tidak boleh kecuali dengan Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
  • 2- Bersumpah dengan selain Allah Ta'ala hukumnya haram, baik bersumpah dengan berhala seperti Lāt dan 'Uzzā, bersumpah dengan amanah, bersumpah dengan Nabi atau lain sebagainya.
  • 3- Al-Khaṭṭābiy berkata, "Sumpah hanya diucapkan dengan sembahan yang diagungkan. Ketika seseorang bersumpah dengan Lāt dan semisalnya, ia telah menyerupai orang kafir. Sebab itu, ia diperintahkan agar memperbaiki hal itu dengan mengucapkan kalimat tauhid."
  • 4- Orang yang bersumpah dengan selain Allah tidak wajib membayar kafarat sumpah, tetapi ia wajib bertobat dan beristigfar, karena dosanya lebih besar; tidak mampu digugurkan kecuali dengan tobat.
  • 5- Pengharaman judi dengan segala model dan bentuknya, yaitu perjudian yang telah diharamkan oleh Allah Ta'ala dan disandingkan dengan khamar dan berhala.
  • 6- Kewajiban bertobat dari kemaksiatan ketika melakukannya.
  • 7- Orang yang terjerumus ke dalam suatu keburukan hendaknya mengiringinya dengan kebaikan karena kebaikan akan menghilangkan keburukan.
Penjelasan: العربية

يُحَذِّرُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم مِن الحَلِف بغير الله؛ حيث المؤمن لا يحلف إلا بالله، ويخبر أنّ من حلف بغير الله؛ كمن حلف مثلًا: باللات والعُزى -وهما صنمان كانا يُعبدان في الجاهلية قبل الإسلام- فيجب عليه أن يقول مستدركًا على نفسه: لا إله إلا الله، تبرؤًا من الشرك، وكفارةً عن حلفه ذاك. ثم أخبر صلى الله عليه وسلم أنّ من قال لصاحبه: تعال نلعب القمار، -وهو أن يتغالب اثنان فأكثر على أن يكون بينهم مال يأخذه الغالب، ولا يخلو كل واحد منهما فيه من أن يغنم أو يغرم-؛ فيستحب أن يتصدق بشيء تكفيرًا عما دعا إليه.

  • الحلف لا يكون إلا بالله وأسمائه وصفاته.
  • الحلف بغير الله تعالى محرَّم، سواء الحلف بالأصنام كاللات والعزى، أو الحلف بالأمانة، أو الحلف بالنبي أو غير ذلك.
  • قال الخطابي: اليمين إنما تكون بالمعبود المعظّم، فإذا حلف باللات ونحوها فقد ضاهى الكفار، فأمر أن يتدارك بكلمة التوحيد.
  • ليس على من حلف بغير الله كفارة يمين، وإنما يلزمه الإنابة والاستغفار؛ لأنه أعظم من أن تكفِّرَه غير التوبة.
  • تحريم القمار بكل صوره وأشكاله، وهو الميسِر الذي حرَّمه الله تعالى وقرَنه بالخمر والأصنام.
  • وجوب الرجوع عن المعصية في حال اقترافها.
  • من وقع في سيئة عليه أن يتبعها حسنة؛ لأن الحسنات يذهبن السيئات.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya