Ar-Risalah
Hadis

Apabila seorang laki-laki memberi nafkah kepada istrinya dengan mengharap pahala, maka nafkahnya itu bernilai sedekah baginya

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عن أبي مسعود رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى أَهْلِهِ يَحْتَسِبُهَا فَهُوَ لَهُ صَدَقَةٌ».

Terjemahan

Abu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Apabila seorang laki-laki memberi nafkah kepada istrinya dengan mengharap pahala, maka nafkahnya itu bernilai sedekah baginya."

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa ketika seorang laki-laki menafkahi keluarga yang menjadi tanggungannya seperti istri, kedua orang tua, anak dan lainnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dan mengharapkan pahala nafkah di sisi Allah, maka dia akan mendapatkan pahala sedekah.

Pelajaran

  • 1- Mendapatkan pahala dengan menafkahi keluarga.
  • 2- Seorang mukmin di dalam amalnya mengharapkan wajah Allah dan pahala yang ada di sisi-Nya.
  • 3- Harus menghadirkan niat yang baik pada setiap amalan, termasuk dalam menafkahi keluarga.
Penjelasan: العربية

يُخْبِرُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أنه إذا أَنْفَقَ الرجلُ على أهلِهِ الذين تَلْزَمُهُ نفقتُهم كزوجِهِ ووالديه وولدِهِ وغيرهم وهو يَتقرَّب بذلك إلى الله تعالى ويحتسب عنده أجرَ ما يُنفِق فإنّ له أجرَ الصدقة.

  • حصول الأجر والثواب بالإنفاق على الأهل.
  • المؤمن يبتغي في عملِه وجهَ الله وما عنده من الأجر والثواب.
  • ينبغي استحضار النية الصالحة في كل عمل، ومن ذلك حال الإنفاق على الأهل.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya