Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: لَأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يُحَدِّثُكُمْ بِهِ أَحَدٌ غَيْرِي: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ العِلْمُ، وَيَكْثُرَ الجَهْلُ، وَيَكْثُرَ الزِّنَا، وَيَكْثُرَ شُرْبُ الخَمْرِ، وَيَقِلَّ الرِّجَالُ، وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً القَيِّمُ الوَاحِدُ».
Terjemahan
ِAnas -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Sungguh aku akan sampaikan kepada kalian sebuah hadis yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ, tidak ada orang lain yang meriwayatkannya kepada kalian selain aku. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Di antara tanda-tanda kiamat: ilmu diangkat, kebodohan merebak, perzinaan meluas, peminum khamar bertambah, dan jumlah laki-laki sedikit sedangkan perempuan banyak, sampai-sampai 50 perempuan diurus oleh satu laki-laki.'"
Penjelasan
Nabi ﷺ menjelaskan bahwa di antara tanda-tanda dekatnya waktu kiamat ialah ilmu syariat diangkat, yaitu dengan diwafatkannya para ulama. Akibatnya kejahilan semakin banyak dan tersebar, zina dan kekejian merebak, dan banyak yang minum khamar. Demikian juga jumlah laki-laki berkurang, sementara jumlah perempuan bertambah, sampai-sampai 50 perempuan hanya memiliki 1 laki-laki yang mengurus urusan dan kepentingan mereka.
Pelajaran
- 1- Penjelasan mengenai sebagian tanda-tanda kiamat.
- 2- Ilmu tentang waktu kiamat termasuk perkara gaib yang hanya diketahui oleh Allah.
- 3- Anjuran untuk mempelajari ilmu syariat sebelum ia hilang.
Penjelasan: العربية
بيّن النبي صلى الله عليه وسلم أن من علامات قرب قيام الساعة أن يرفع العلم بالشريعة وذلك بموت العلماء، ونتيجة ذلك يكثر وينتشر الجهل، وينتشر الزنا والفاحشة، ويكثر شرب الخمر، ويقل عدد الرجال ويزيد عدد النساء؛ حتى إنه يكون لخمسين امرأة رجلٌ واحد يقوم بأمورهن ويتولى مصالحهن.
- بيان بعض علامات الساعة.
- علم وقت الساعة من الأمور الغيبية التي استأثر الله بها.
- الحث على تعلم العلم الشرعي قبل فقده.