Ar-Risalah
Hadis

Hendaklah orang-orang berhenti meninggalkan salat Jumat, atau jika tidak, Allah benar-benar akan mengunci hati mereka kemudian mereka benar-benar menjadi orang yang lalai

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Muslim

Teks Arab

عن عبد الله بن عُمر وأبي هريرة رضي الله عنهما أنهما سمعا رسول الله صلى الله عليه وسلم، يقول على أعواد منبره: «لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ، ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ».

Terjemahan

Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa mereka berdua mendengar Rasulullah ﷺ bersabda di atas tangga mimbarnya, "Hendaklah orang-orang berhenti meninggalkan salat Jumat, atau jika tidak, Allah benar-benar akan mengunci hati mereka kemudian mereka benar-benar menjadi orang yang lalai."

Penjelasan

Nabi ﷺ memperingatkan -dari atas mimbarnya- jangan sampai meninggalkan salat Jumat dan tidak menghadirinya tanpa uzur, karena meremehkannya dan malas mengerjakannya. Jika tidak, Allah benar-benar akan menutupi hatinya dan meletakkan penghalang di atasnya yang akan menghalanginya dari mengikuti kebenaran lalu mereka termasuk orang yang melalaikan sebab-sebab kebaikan dan meremehkan ketaatan.

Pelajaran

  • 1- Penegasan terhadap perbuatan tidak menghadiri salat Jumat, bahwa hal itu termasuk dosa besar.
  • 2- An-Nawawiy berkata, "Di dalamnya terdapat pelajaran bahwa salat Jumat hukumnya fardu ain."
  • 3- Syariat mengadakan mimbar untuk khotbah.
  • 4- As-Sindiy berkata, "Maknanya adalah bahwa salah satu dari kedua perkara tersebut pasti terjadi, mau tidak mau; antara berhenti meninggalkan salat Jumat atau Allah Ta'ala akan menyegel hati mereka. Karena kebiasaan meninggalkan salat Jumat dapat menjadikan kotoran menguasai hati dan menjadikan jiwa mengecilkan ketaatan.
  • 5- Sepatutnya seorang pemberi nasihat dan pemberi peringatan agar menyamarkan nama orang yang ingin dinasihati karena yang seperti itu membuat nasihat lebih mudah diterima dan perintah dilaksanakan.
Penjelasan: العربية

حذَّر النبي صلى الله عليه وسلم -وهو على منبره- من ترك صلاة الجمعة والتخلُّف عنها من غير عذر، تهاونًا وكسلًا، أو ليطبع الله على قلوبهم ويغطّيها ويجعل عليها حاجزًا يمنعها عن اتباع الحق، ثم يكونوا من الغافلين عن أسباب الخير، الزاهدة نفوسهم عن الطاعات.

  • التشديد في التخلف عن صلاة الجمعة، وأن ذلك من كبائر الذنوب.
  • قال النووي: فيه أن الجمعة فرض عين.
  • مشروعية اتخاذ المنبر للخطبة.
  • قال السندي: المعنى أن أحد الأمرين كائن لا محالة إما الانتهاء عن ترك الجمعات أو ختم الله تعالى على قلوبهم، فإن اعتياد ترك الجمعة يُغَلِّب الرَّيْنَ على القلب ويُزهِّد النفوس في الطاعات.
  • ينبغي للواعظ والمذكِّر أن يُبْهِم الأشخاص الذين يريد أن يَعِظهم؛ لأن ذلك أدعى لقبول النصح، وامتثال الأوامر.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya