Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
HasanHR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad
Teks Arab
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضيَ اللهُ عنهُما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ».
Terjemahan
Jābir bin Abdillah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Semua yang dalam jumlah banyak dapat memabukkan maka jumlah sedikitnya hukumnya haram."
Penjelasan
Nabi ﷺ menerangkan, minuman atau makanan apa saja yang dapat menghilangkan akal ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak, maka mengonsumsinya dengan kadar sedikit hukumnya diharamkan sekalipun tidak menghilangkan akal.
Pelajaran
- 1- Penjagaan syariat terhadap akal manusia.
- 2- Sahihnya penerapan kaidah sadd aż-żarī'ah, yang bermakna menutup segala cara yang dapat mengantarkan pada perbuatan keji atau maksiat.
- 3- Mengharamkan zat yang memabukkan walaupun sedikit karena menjadi sarana perbuatan mabuk.
- 4- Jika tidak memabukkan, sedikit maupun banyak, maka hukumnya tidak haram.
Penjelasan: العربية
بيَّن النبي صلى الله عليه وسلم أن أي مشروب أو مأكول يُذهِب العقل عند تناول الكثير منه، فتناول القليل منه مُحرَّم حتى لو لم يُذهب العقل.
- حِفَاظ الشريعة على عقول الناس.
- صحة اعتبار سَدّ الذرائع، وذلك بغَلْق كل ما يؤدّي إلى تلك الخبائث.
- تحريم القليل من المسكر؛ لأنه وسيلة للسُّكْر.
- إذا لم يُسكر لا القليل ولا الكثير، فإنه ليس بحرام.