Ar-Risalah
Hadis

Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَدْلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ، اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا، فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ».

Terjemahan

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, seseorang yang hatinya tertaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah di atasnya, seseorang yang diajak berzina oleh perempuan yang punya kedudukan lagi cantik lalu dia mengatakan: 'Aku takut kepada Allah', seseorang yang memberi sedekah lalu dia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah dalam kesendirian lalu mengucur air matanya."

Penjelasan

Nabi ﷺ memberi kabar gembira kepada tujuh macam orang beriman yang akan mendapatkan naungan Allah Ta'ala di bawah Arasy-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Mereka adalah: Pertama: Pemimpin yang saleh pada dirinya dan tidak fasik, dan yang adil di antara rakyatnya dan tidak zalim; yaitu pemegang tampuk kepemimpinan terbesar, demikian juga semua yang memegang jabatan sebagian urusan kaum muslimin dan berlaku adil di dalamnya. Kedua: Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah; yang menghabiskan masa muda dan masa kuatnya dalam ketaatan hingga ia diwafatkan di atasnya. Ketiga: Laki-laki yang hatinya tertaut dengan masjid saat ia keluar darinya hingga kembali lagi ke sana lantaran kecintaannya yang besar terhadap masjid, ia banyak menetap di masjid, dan terus-menerus berada di sana dengan hati walaupun fisiknya berada di luar masjid. Keempat: Dua orang yang saling mencintai karena Allah dengan cinta yang sejati, terus-menerus di atas cinta yang dibangun di atas agama dan tidak memutusnya dengan suatu sebab duniawi, baik keduanya berkumpul secara nyata ataupun tidak, hingga keduanya dipisahkan oleh kematian. Kelima: Laki-laki yang diajak oleh seorang perempuan untuk melakukan zina, sedang perempuan tersebut memiliki kebesaran nasab, kemuliaan, ketinggian status sosial, kedudukan, harta dan kecantikan, tetapi ia enggan dan mengatakan: Aku takut kepada Allah. Keenam: Seseorang yang telah bersedekah, sedikit ataupun banyak, tanpa melakukan ria di dalamnya, bahkan ia menyembunyikannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Ketujuh: Seseorang yang berzikir kepada Allah dengan hati atau lisannya dalam kesendirian dan jauh dari pantauan manusia, lalu air matanya mengalir karena besarnya rasa takut dan pengagungan kepada Allah Ta'ala.

Pelajaran

  • 1- Keutamaan tujuh golongan yang disebutkan serta anjuran meneladan mereka.
  • 2- Ibnu Ḥajar berkata tentang sabda beliau 'di bawah naungan-Nya', "Konon, maksudnya ialah naungan Arasy-Nya. Hal itu ditunjukkan oleh hadis Salmān yang diriwayatkan oleh Sa'īd bin Manṣūr dengan sanad yang hasan: 'Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan Arasy-Nya.'"
  • 3- Ibnu Ḥajar berkata, "Tafsir yang paling baik untuk pemimpin yang adil ialah yang mengikuti perintah Allah dengan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, tanpa sikap berlebihan maupun kelalaian. Ia disebutkan pertama karena keluasan manfaatnya."
  • 4- Keutamaan menunggu salat berikutnya setelah salat.
  • 5- An-Nawawiy berkata, "Anjuran saling mencintai karena Allah dan menjelaskan keutamaannya yang besar."
  • 6- Penyebutan kedudukan dan kecantikan secara khusus karena tingginya kecintaan manusia dan kegigihan mereka pada keduanya di samping sulit mendapatkannya.
  • 7- Yang paling utama dalam sedekah adalah menyembunyikannya dan yang paling jauh dari ria. Walaupun menampakkan sedekah dan zakat juga disyariatkan jika aman dari ria, diniatkan untuk mendorong orang lain berinfak, agar diikuti oleh orang lain, dan menampakkan syiar Islam.
  • 8- Ketujuh golongan ini mendapatkan nikmat tersebut dengan faktor keikhlasan kepada Allah Ta'ala dan menyelisihi hawa nafsu.
  • 9- Sabda beliau: "Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah", pembatasan jumlah mereka pada bilangan ini tidak dimaksudkan. Melainkan masih ada selain golongan yang disebutkan dalam hadis lain yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan Arasy-Nya.
  • 10- Ibnu Ḥajar berkata, "Penyebutan laki-laki dalam hadis ini tidak dipahami bahwa itu khusus baginya karena perempuan ikut serta bersama laki-laki dalam amalan-amalan yang disebutkan. Kecuali jika yang dimaksudkan dengan pemimpin yang adil adalah pemimpin tertinggi. Jika tidak, maka perempuan dapat masuk, yaitu saat ia memiliki tanggungan lalu ia bersikap adil terhadap mereka. Juga, kecuali diam di masjid, karena salat perempuan di rumahnya lebih utama daripada salatnya di masjid. Adapun selain itu, mereka ikut menyertai laki-laki. Termasuk laki-laki yang diajak berzina oleh perempuan, hal itu dapat terjadi pada perempuan yang diajak berzina oleh seorang raja yang tampan lalu dia menolak karena takut kepada Allah Ta'ala padahal dia membutuhkannya."
Penjelasan: العربية

بشّر النبي صلى الله عليه وسلم سبعة أصناف من المؤمنين يظلهم الله تعالى في ظل عرشه يوم لا ظل إلا ظله: الأول: إمام عدل في نفسه غير فاسق، عادل بين رعيته غير ظالم؛ وهو صاحب الولاية العظمى، ويلتحق به كل من ولي شيئًا من أمور المسلمين فعدل فيه. الثاني: شاب نشأ في عبادة الله، وأفنى شبابه ونشاطه، حتى توفي على ذلك. الثالث: رجل قلبه معلق بالمسجد، إذا خرج منه حتى يعود إليه لشدة حبه وكثرة ملازمة المسجد واستمرار الكون فيه بالقلب وإن عرض للجسد عارض وكان خارج المسجد. الرابع: رجلان أحب كلٌّ منهما الآخر في الله حقيقة، وداما على المحبة الدينية ولم يقطعاها بعارض دنيوي سواء اجتمعا حقيقة أم لا حتى فرق بينهما الموت. الخامس: ورجل طلبته امرأة إلى نفسها لفعل الفاحشة، وهي ذات أصل وشرف وحسب وجاه ومال وجمال، فأبى وقال لها: إني أخاف الله. السادس: رجل قد تصدق بصدقة قليلة أو كثيرة ولم يراءِ فيها بل أخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفقه يمينه. السابع: رجل ذكر الله بقلبه من التذكر، أو بلسانه من الذكر، في خلاء عن الناس ففاضت الدموع من عينيه خشية وتعظيمًا لله تعالى.

  • فضل الأصناف السبعة المذكورة والحث على الاقتداء بها.
  • قال ابن حجر في قوله "في ظله": قيل المراد: ظل عرشه، ويدل عليه حديث سلمان عند سعيد بن منصور بإسناد حسن "سبعة يظلهم الله في ظل عرشه".
  • قال ابن حجر: وأحسن ما فسر به العادل أنه الذي يتبع أمر الله بوضع كل شيء في موضعه من غير إفراط ولا تفريط، وقدّمه في الذكر لعموم النفع به.
  • فضل انتظار الصلاة بعد الصلاة.
  • قال النووي: فيه الحث على التحابّ بالله وبيان عظيم فضله.
  • خُصَّ المنصب والجمال لشدة رغبة الناس فيهما وحرصهم عليهما، وصعوبة حصولهما.
  • الأفضل في الصدقة الإسرار والأبعد من الرياء، وإن كان يشرع الجهر بالصدقة والزكاة إن سلمت عن الرياء وقصد بها حث الغير على الإنفاق وليقتدي به غيره، ولإظهار شعائر الإسلام.
  • إنما نال هؤلاء السبعة ذلك النعيم بالإخلاص لله تعالى ومخالفة الهوى.
  • قوله: "سبعة يظلهم الله": حصْرهم بهذا العدد ليس مرادًا، بل ورد غير الأصناف الواردة في الحديث ممن يظلهم الله بظل عرشه.
  • قال ابن حجر: ذكر الرجال في هذا الحديث لا مفهوم له؛ بل يشترك النساء معهم أي مع الرجال في الأعمال فيما ذكر، إلا إن كان المراد بالإمام العادل الإمامة العظمى، وإلا فيمكن دخول المرأة حيث تكون ذات عيال فتعدل فيهم، وتخرج خصلة ملازمة المسجد؛ لأن صلاة المرأة في بيتها أفضل من المسجد، وما عدا ذلك فالمشاركة حاصلة لهن، حتى الرجل الذي دعته المرأة فإنه يتصور في امرأة دعاها ملك جميل مثلًا فامتنعت خوفًا من الله تعالى مع حاجتها.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya