Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ»، قِيلَ: وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ».
Terjemahan
Abu Syuraiḥ -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Demi Allah! Tidak beriman. Demi Allah! Tidak beriman. Demi Allah! Tidak beriman." Ditanyakan kepada beliau, "Siapakah itu, ya Rasulullah?" Beliau bersabda, "Yaitu orang yang tetangganya tidak merasa aman dari keburukannya."
Penjelasan
Nabi ﷺ bersumpah dan menegaskan sumpahnya sebanyak tiga kali sembari mengatakan: Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Sehingga para sahabat bertanya: Siapakah orang yang tidak beriman itu, wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Yaitu orang yang tetangganya takut terhadap pengkhianatan, kezaliman, dan keburukannya.
Pelajaran
- 1- Penafian iman dari orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kezaliman dan keburukannya menunjukkan perbuatan itu termasuk dosa besar dan bahwa pelakunya kurang iman.
- 2- Dorongan kuat agar berbuat baik kepada tetangga dan tidak menyakitinya dengan perkataan ataupun perbuatan.
Penjelasan: العربية
أقسمَ النبيُّ صلى الله عليه وسلم وأكّد قسمه ثلاث مرات، فقال: والله لا يؤمن، والله لا يؤمن، والله لا يؤمن، فسأله الصحابة: ومن الذي لا يؤمن يا رسول الله؟ قال: الذي يخاف جاره من غدره وظلمه وشره.
- نفي الإيمان عمن لا يأمن جاره من ظلمه وشره يدل على أنه من الكبائر، وعلى أن فاعله ناقص الإيمان.
- الحض الأكيد على الإحسان إلى الجار وترك أذاه بالقول أو الفعل.