Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «لَا يَمْنَعَنَّ رَجُلًا مِنْكُمْ مَخَافَةُ النَّاسِ أَنْ يَتَكَلَّمَ بِالْحَقِّ إِذَا رَآهُ أَوْ عَلِمَهُ».
Terjemahan
Abu Sa'īd al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda, "Janganlah rasa takut kepada manusia mencegah seseorang untuk menyampaikan kebenaran apabila dia melihatnya atau mengetahuinya.”
Penjelasan
Nabi ﷺ berpidato kepada sahabat-sahabatnya, di antara yang beliau sampaikan adalah janganlah rasa sungkan pada manusia dan rasa takut pada keburukan mereka menghalangi seorang muslim untuk menyampaikan kebenaran atau memerintahkannya ketika dia melihatnya atau mengetahuinya.
Pelajaran
- 1- Anjuran untuk menyuarakan kebenaran dan tidak menyembunyikannya karena takut manusia.
- 2- Menyampaikan kebenaran bukan berarti tidak memperhatikan adab, hikmah, dan nasihat yang baik dalam penyampaiannya.
- 3- Kewajiban mengingkari kemungkaran dan mendahulukan hak Allah Ta'ala di atas kemaslahatan manusia yang bertentangan dengannya.
Penjelasan: العربية
خَطَبَ النبي صلى الله عليه وسلم في أصحابه ومما أوصى به أن لا يمنع المسلم مخافة ومهابة الناس وشوكتهم أن يترك قول الحق أو الأمر به إذا رآه أو علمه.
- الحث على إظهار الحق وعدم كتمه خوفًا من الناس.
- قول الحق لا يعني عدم الالتزام بالأدب في طريقة قوله والحكمة والموعظة الحسنة فيه.
- وجوب إنكار المنكر، وتقديم حق الله تعالى على مصالح الناس المعارضة له.