Ar-Risalah
Hadis

Janganlah kalian memasuki pemukiman orang-orang yang menzalimi diri mereka itu kecuali dalam keadaan menangis

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضيَ اللهُ عنهُما قَالَ: مَرَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْحِجْرِ، فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَدْخُلُوا مَسَاكِنَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ، إِلَّا أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ؛ حَذَرًا أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَهُمْ» ثُمَّ زَجَرَ فَأَسْرَعَ حَتَّى خَلَّفَهَا.

Terjemahan

Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Kami pernah melewati daerah Hijr bersama Rasulullah ﷺ, lantas Rasulullah ﷺ bersabda kepada kami, "Janganlah kalian memasuki pemukiman orang-orang yang menzalimi diri mereka itu kecuali dalam keadaan menangis karena khawatir kalian akan ditimpa (siksa) seperti siksa yang telah menimpa mereka." Kemudian beliau mempercepat tunggangannya sampai melewatinya.

Penjelasan

Saat Nabi ﷺ melewati bekas pemukiman kaum Ṡamūd, beliau melarang masuk ataupun mendatangi pemukiman orang-orang yang disiksa yang telah menzalimi dirinya kecuali dia masuk dalam keadaan menangis karena mengingat kejadian yang menimpa mereka lantaran takut ditimpa siksaan seperti siksaan yang telah menimpa mereka. Lantas beliau memacu hewan tunggangannya dan mempercepat jalannya hingga melewati tempat tersebut.

Pelajaran

  • 1- Merenungkan keadaan orang-orang yang dibinasakan oleh Allah Ta'ala, berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam maksiat mereka, dan waspada jangan sampai lalai menadaburi tanda-tanda kebesaran Allah.
  • 2- Bekas pemukiman kaum yang disiksa tidak boleh dijadikan pemukiman dan tidak boleh dijadikan sebagai tempat tinggal karena orang yang mukim atau menetap tidak mungkin menangis terus, padahal telah ada larangan memasukinya kecuali dengan keadaan itu.
  • 3- An-Nawawiy berkata, "Di dalamnya terkandung anjuran murāqabatullāh (menanamkan rasa diawasi oleh Allah) ketika melewati bekas pemukiman kaum yang zalim dan tempat turun siksa. Termasuk anjuran berjalan cepat di Lembah Muḥassir (di antara Mina dan Muzdalifah) karena merupakan tempat pasukan gajah dibinasakan. Orang yang melewati tempat-tempat seperti itu harus menanamkan rasa diawasi, takut, dan menangis, juga mengingat mereka dan kebinasaan mereka, serta berlindung kepada Allah dari hal itu.
  • 4- Larangan dan peringatan ini berlaku pada perkampungan kaum Ṡamūd dan kaum lainnya yang ditimpa siksa.
  • 5- Larangan menjadikan tempat dan kawasan itu sebagai tempat wisata, rekreasi, dan semisalnya.
Penjelasan: العربية

نهى النبي صلى الله عليه وسلم لمّا مَرَّ بديار ثمود عن دخول ديار المُعذَّبين الذين ظلموا أنفسهم أو إتيانها، إلا أن يكون الداخل باكيًا مُعتبِرًا بهم؛ خشية أن يصيبه مثل ما أصابهم من العذاب، ثم صاح بدابته فأسرع بها حتى تجاوزها.

  • التفكر في أحوال مَن أهلكهم الله تعالى، والحذر مما وقعوا فيه؛ والحذر من الغفلة عن تدبر الآيات.
  • ديار هؤلاء المعذبين لا تُسكَن بعدهم، ولا تتخذ وطنًا؛ لأن المقيم المستوطِن لا يمكنه أن يكون باكيًا دائمًا، وقد نُهي عن الدخول إلا بهذه الصفة.
  • قال النووي: فيه الحث على المراقبة عند المرور بديار الظالمين، ومواضع العذاب، ومثله الإسراع في وادي مُحَسِّر؛ لأن أصحاب الفيل هلكوا هناك، فينبغي للمار في مثل هذه المواضع المراقبة والخوف والبكاء، والاعتبار بهم وبمصارعهم، وأن يستعيذ بالله من ذلك.
  • النهي والتحذير شامل لمنازل ثمود وغيرهم ممن في معناهم مِن سائر الأمم الذين نزل بهم العذاب.
  • النهي عن اتخاذ هذه الأماكن وهذه البقاع للسياحة والنزهة ونحو ذلك.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya