Ar-Risalah
Hadis

Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Aku pun melihat ke atas, ternyata ada malaikat yang pernah mendatangiku di gua Hira

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihMuttafaq 'alaih

Teks Arab

عَنْ أبي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: وَهُوَ يُحَدِّثُ عَنْ فَتْرَةِ الوَحْيِ، فَقَالَ فِي حَدِيثِهِ: «بَيْنَا أَنَا أَمْشِي إِذْ سَمِعْتُ صَوْتًا مِنَ السَّمَاءِ، فَرَفَعْتُ بَصَرِي، فَإِذَا المَلَكُ الَّذِي جَاءَنِي بِحِرَاءٍ جَالِسٌ عَلَى كُرْسِيٍّ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، فَرُعِبْتُ مِنْهُ، فَرَجَعْتُ فَقُلْتُ: زَمِّلُونِي، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: {يَا أَيُّهَا المُدَّثِّرُ1 قُمْ فَأَنْذِرْ} [المدثر: 2] إِلَى قَوْلِهِ {وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ} [المدثر: 5]. فَحَمِيَ الوَحْيُ وَتَتَابَعَ».

Terjemahan

Abu Salamah bin Abdurrahman meriwayatkan bahwa Jābir bin Abdullah Al-Anṣāriy -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata: Saat itu beliau sedang menyampaikan hadis tentang masa-masa terhentinya wahyu. Dalam hadis tersebut, Nabi ﷺ bersabda, "Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Aku pun melihat ke atas, ternyata ada malaikat yang pernah mendatangiku di gua Hira sedang duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku merasa ketakutan, sehingga aku segera pulang dan berkata, 'Selimutilah aku.' Lalu Allah Ta'ala menurunkan, 'Wahai orang yang berkemul (berselimut)! Bangunlah, lalu berilah peringatan!' [QS. Al-Mudaṡṡir: 1-2] sampai firman-Nya, 'Dan jauhilah segala (perbuatan) yang keji.' [QS. Al-Muddaṡṡir: 5]. Maka wahyu pun tetap terjaga dan selalu turun."

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan, saat itu beliau sedang bercerita tentang momen terhentinya wahyu dan tertahan tidak kunjung turun pada awal beliau diutus, "Ketika aku sedang berjalan di jalanan Makkah, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Aku pun melihat ke atas, ternyata malaikat Jibril yang pernah mendatangiku di gua Hira sedang duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun merasa takut dan khawatir, lantas aku pulang ke rumah, dan berkata, 'Selimutilah aku dengan kain.' Lalu Allah Ta'ala menurunkan, 'Wahai orang yang berkemul (berselimut)', yaitu yang berselimut dengan kainnya. 'Bangunlah' untuk berdakwah. 'Lalu berilah peringatan!', yakni peringatkanlah siapa pun yang belum percaya dengan risalahmu. 'Dan Tuhanmu', yaitu Tuhan yang kamu sembah. 'Agungkanlah', dan pujilah serta muliakanlah. 'Dan pakaianmu', yakni: dan pakaian-pakaianmu. 'Bersihkanlah', yakni bersihkanlah dari segala bentuk najis. 'Segala (perbuatan) yang keji' dengan menyembah berhala dan patung, 'maka jauhilah' dan tinggalkanlah. Lantas wahyu kukuh setelah itu dan sering turun."

Pelajaran

  • 1- Wahyu sempat terputus dari Nabi ﷺ beberapa waktu setelah turunnya firman Allah ﷻ: "Iqra`".
  • 2- Seseorang boleh bercerita mengenai musibah yang pernah ia alami setelah musibah itu sirna, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Ta'ala.
  • 3- Firman-Nya Allah Ta'ala, "Ya ayyuhal muddassir" adalah ayat yang pertama turun setelah: "Iqra` bi-smi rabbikallaẓī khalaq".
  • 4- Karunia Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- kepada Nabi ﷺ, di mana Dia terus menurunkan wahyu kepadanya tanpa henti sampai beliau meninggal dunia.
  • 5- Kewajiban berdakwah kepada Allah Ta'ala dan memberi peringatan kepada orang-orang yang menolak serta memberi kabar gembira kepada orang-orang yang taat.
  • 6- Kewajiban menyucikan pakaian ketika hendak salat. Para ulama berdalil dengan firman Allah Ta'ala, "Dan bersihkanlah pakaianmu."
  • 7- Kewajiban beriman kepada para malaikat serta kemampuan yang Allah berikan kepada mereka berupa berbagai macam tugas dan kepentingan lainnya.
Penjelasan: العربية

أخبر النبي صلى الله عليه وسلم وهو يحدِّث عن توقُّف الوحي واحتباسه عن النزول في أول بعثته: بينما أنا أمشي في أزقت مكة إذ سمعت صوتًا من السماء، فرفعت بصري، فإذا المَلَك جبريل الذي جاءني بغار حراء جالس على كرسي بين السماء والأرض، فرُعِبْت وفَزعت منه، فرجعت إلى أهلي فقلت: لفُّوني بثوب. فأنزل الله تعالى: {يَا أَيُّهَا المُدَّثِّرُ} المتلفِّف بثوبه، {قُمْ} بالدعوة {فَأَنْذِرْ} وحذِّر مَن لم يؤمن برسالتك. {وَرَبَّكَ} وإلهك المعبود {فَكَبِّرْ} واحمده وعظمه. {وَثِيَابَكَ} وملابسك {فَطَهِّرْ} وخلصها من النجاسات، {وَالرُّجْزَ} بعبادة الأصنام والاوثان {فَاهْجُرْ} واترك، فقَوِيَ الوحيُ بعد ذلك وتكاثر.

  • انقطاع الوحي عن النبي صلى الله عليه وسلم يسيرًا بعد نزول قوله عز وجل: {اقْرَأْ}.
  • جواز تحدُّث الإنسان بما حصل له من المِحن بعد زوالها، شكرًا لله تعالى.
  • أول ما نزل قوله تعالى: {يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ} بعد نزول: {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ}.
  • فضل الله سبحانه وتعالى على نبيه صلى الله عليه وسلم حيث أفاض عليه وحيه دون انقطاع حتى فارق الدنيا.
  • وجوب القيام بالدعوة إلى الله تعالى، وإنذار المُعرِضين وتبشير المطيعين.
  • وجوب تطهير الثياب للصلاة، وقد استدلوا على ذلك بقوله تعالى: {وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ}.
  • وجوب الإيمان بالملائكة وبما أقدرهم الله عليه من الأعمال وغيرها.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya