Ar-Risalah
Hadis

Wahai Ananda, aku akan ajarkan kepadamu beberapa pelajaran. Jagalah (perintah-perintah) Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di hadapan-Mu. Jika engkau menginginkan sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika engkau butuh pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Tirmizi dan lainnya

Teks Arab

عَنْ أَبِي العَبَّاسِ، عَبْدِ الله بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كُنْت خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ: «يَا غُلَامِ! إنِّي أُعَلِّمُك كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ الله تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاَللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ؛ رُفِعَتِ الأَقْلَامُ، وَجَفَّتِ الصُّحُفُ». وَفِي رِوَايَةِ غَيْرِ التِّرْمِذِيِّ: «احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ، وَمَا أَصَابَك لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنْ الفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْرًا».

Terjemahan

Abul-'Abbās Abdullah bin 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan: Pada suatu hari, aku berada di belakang Nabi ﷺ. Beliau bersabda, "Wahai Ananda, aku akan ajarkan kepadamu beberapa pelajaran. Jagalah (perintah-perintah) Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di hadapan-Mu. Jika engkau menginginkan sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika engkau butuh pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Camkanlah, andai seluruh manusia berkumpul untuk memberikan satu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan mampu mewujudkannya kecuali pada manfaat yang telah Allah takdirkan buatmu. Andai mereka berkumpul untuk mencelakaimu, maka mereka tidak akan mampu mewujudkannya kecuali sebatas apa yang telah Allah takdirkan atasmu. Pena takdir telah diangkat dan kertasnya telah kering (dari tinta).” Dalam riwayat lain selain Tirmizi disebutkan, "Peliharalah (agama) Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu. Beribadahlah kepada Allah ketika lapang, niscaya Allah akan mengenalmu ketika sulit. Ketahuilah, apa yang Allah tidak takdirkan kepadamu, maka tidak akan menimpamu. Sebaliknya, apa yang telah ditetapkan menimpamu, maka tidak akan meleset darimu. Ketahuilah, kemenangan bersama kesabaran, pertolongan bersama kesusahan, dan kemudahan bersama kesulitan."

Penjelasan

Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan, bahwa ketika ia masih kecil dan sedang berkendara bersama Nabi ﷺ, beliau bersabda kepadanya: Sungguh aku akan mengajarimu beberapa perkara yang akan menjadi sebab Allah memberimu manfaat, yaitu: 1- Jagalah Allah dengan menjaga perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, agar Allah senantiasa mendapatimu dalam ketaatan dan ibadah dan tidak mendapatimu dalam kemaksiatan dan dosa. Jika hal itu engkau lakukan, ganjaranmu ialah Allah menjagamu dari keburukan dunia dan akhirat serta menolongmu dalam semua urusanmu ke mana pun engkau pergi. 2- Jika engkau hendak meminta sesuatu, maka mintalah kepada Allah, karena hanya Allah semata yang mengabulkan permintaan orang-orang yang meminta. 3- Jika engkau menginginkan pertolongan, janganlah meminta pertolongan kecuali kepada Allah. 4- Hendaklah engkau meyakini bahwa engkau tidak akan memperoleh manfaat apa pun sekalipun semua penduduk bumi bersatu untuk memberimu manfaat, kecuali manfaat yang telah Allah tuliskan bagimu. Demikian juga, engkau tidak akan ditimpa keburukan sekalipun seluruh penduduk bumi bersatu untuk mencelakaimu, kecuali yang telah Allah takdirkan bagimu. 5- Semua urusan telah ditulis dan ditetapkan oleh Allah ﷻ sesuai dengan yang ditunjukkan oleh hikmah dan ilmu-Nya, dan tidak ada penggantian bagi ketetapan Allah. 6- Siapa pun yang menjaga Allah dengan cara menjalankan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya, maka Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- pasti berada di hadapan hamba itu, memperhatikan kondisinya, menolongnya, dan membantunya. Jika seseorang taat kepada Allah dalam keadaan lapang, niscaya Allah akan memberikan solusi dan jalan keluar baginya di waktu sempit. Hendaknya setiap hamba rida terhadap apa pun yang Allah takdirkan untuknya, entah itu takdir baik atau buruk. Seorang hamba saat mengalami kesulitan dan ujian berat seharusnya bersabar, karena sabar merupakan kunci jalan keluarnya. Jika kesulitan sudah dirasa semakin berat, maka jalan keluar dari Allah akan datang. Juga jika kesusahan sudah mulai terasa, maka Allah akan mengiringinya dengan kemudahan.

Pelajaran

  • 1- Urgensi mengajarkan anak-anak kecil urusan agama seperti tauhid, adab dan lainnya.
  • 2- Balasan sejenis dengan perbuatan.
  • 3- Perintah agar bertumpu dan bertawakal kepada Allah, tidak kepada yang lain, karena Allah adalah sebaik-baik tempat berserah diri.
  • 4- Beriman kepada qada dan qadar serta rida kepadanya, dan bahwa Allah telah menakdirkan segala sesuatu.
  • 5- Siapa yang menyia-nyiakan perintah Allah, maka Allah akan menelantarkannya dan tidak menjaganya.
  • 6- Adanya kabar gembira yang besar, yaitu ketika seseorang ditimpa kesulitan, maka silakan dia menanti kemudahan.
  • 7- Ada hiburan bagi seorang hamba ketika mengalami musibah serta tidak mendapatkan apa yang disukainya, dalam sabda beliau, "Ketahuilah! Apa yang telah ditakdirkan akan menimpamu, maka tidak akan terlewatkan darimu. Sebaliknya, apa yang ditakdirkan terlewatkan darimu, maka tidak akan menimpamu." Kalimat pertama untuk hiburan ketika tertimpa musibah, sedangkan kalimat kedua untuk hiburan ketika tidak mendapatkan apa yang disukainya (berupa kebaikan).
Penjelasan: العربية

يُخبرُ ابنُ عباس رضي الله عنه أنه كان صغيرًا راكبًا مع النبي صلى الله عليه وسلم، فقال له عليه الصلاة والسلام: إني أُعلِّمك أمورًا وأشياءَ ينفعك الله بها: احفظ الله بِحفظِ أوامرِه واجتنابِ نواهيه، بحيث يَجِدُكَ في الطاعات والقربات، ولا يجدُكَ في المعاصي والآثام، فإن فعلتَ ذلك كان جزاؤك أن يحفظَك الله من مكاره الدنيا والآخرة، وينصرَك في مُهماتِك أينما توجَّهتَ. وإذا أردتَ أن تسأل شيئًا، فلا تسألْ إلا الله فإنه وحده الذي يُجيب السائلين. وإذا أردتَ العونَ فلا تستعنْ إلا بالله. ولْيكُن عندك يقينٌ أنه لن تحصل لك منفعة ولو اجتمع على منفعتِك أهلُ الأرض جميعًا إلا ما كتبه الله لك، ولن يحصُلَ عليك ضرر ولو اجتمع على ضرك أهلُ الأرض جميعًا إلا ما قدَّره الله عليك. وأن هذا الأمر قد كَتَبه الله عز وجل وقدّره وِفْقَ ما اقتضته حكمته وعلمه، ولا تبديل لما كتبه الله. وأن من احفظ الله بِحفظِ أوامرِه واجتنابِ نواهيه؛ فإن الله سبحانه أمام العبد يعلم ما هو عليه وينصره ويؤيده. وأن الإنسان إذا أطاع الله في الرخاء فإن الله يجعل له عند الشدة فرجًا ومخرجًا، وليرض كل عبد بما قدره الله عليه من خير وشر. ومع الشدائد والمحن يلتزم العبد الصبر، فإن الصبر مفتاح الفرج، وأن الكرب إذا اشتد جاء الفرج من الله، وأن العسر إذا حصل أعقبه الله باليسر.

  • أهمية تعليم الصغار والأطفال أمورَ الدين من التوحيد والآداب وغير ذلك.
  • الجزاء من جنس العمل.
  • الأمر بالاعتماد على الله، والتوكل عليه دون غيره، وهو نعم الوكيل.
  • الإيمان بالقضاء والقدر والرضا به، وأن الله قدر كل شيء.
  • من أضاع أمر الله فإن الله يُضَيِّعُه ولا يَحفظُه.
  • البشارة العظيمة أن الإنسان إذا أصابه العسر فلينتظر اليسر.
  • تسلية العبد عند حصول المصيبة، وفوات المحبوب في قوله: «وَاعْلَم أن مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُن لِيُخطِئكَ، وَمَا أخطأَكَ لَمْ يَكُن لِيصيبَك» فالجملة الأولى تسلية في حصول المكروه، والثانية تسلية في فوات المحبوب.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya