Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0
Teks Arab
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَ، فَرُبَّ مُبَلِّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ».
Terjemahan
Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Semoga Allah membaguskan rupa orang yang mendengar sebagian hadis kami kemudian ia menyampaikannya seperti yang ia dengar. Barangkali orang yang disampaikan padanya (suatu hadis) justru lebih paham daripada orang yang mendengarnya langsung."
Penjelasan
Nabi ﷺ mendoakan adanya keindahan dan cahaya di dunia serta menyampaikannya pada keindahan surga serta kenikmatan dan keindahannya di akhirat bagi orang yang mendengar hadis beliau lalu menghafalnya hingga menyampaikannya kepada yang lain. Ada kalanya orang yang disampaikan kepadanya hadis lebih paham dan lebih mampu menyimpulkan hukum dari orang yang menyampaikan hadis tersebut. Orang yang pertama itu baik dalam menghafal dan menyampaikan, sedangkan orang yang kedua baik dalam memahami dan menyimpulkan.
Pelajaran
- 1- Dorongan untuk menghafal hadis Nabi dan menyampaikannya kepada orang lain.
- 2- Menjelaskan keutamaan ahli hadis dan kemuliaan mempelajarinya.
- 3- Keutamaan ulama, yaitu orang-orang yang mahir memahami dan menyimpulkan.
- 4- Keutamaan para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- karena merekalah orang yang mendengar hadis Rasulullah ﷺ dan menyampaikannya kepada kita.
- 5- Al-Munāwiy berkata, "Dengan ini diterangkan bahwa seorang perawi hadis tidak disyaratkan harus paham. Syaratnya hanya hafal (penjagaan). Sedangkan seorang fakih harus paham dan menadaburi."
- 6- Ibnu 'Uyainah berkata, "Tidak ada orang yang belajar hadis kecuali di wajahnya terdapat keindahan, berdasarkan hadis ini."
- 7- Penjagaan hadis di kalangan ahli hadis terbagi menjadi dua: penjagaan dalam hati dan penjagaan dalam kitab atau tulisan. Keduanya masuk dalam hadis ini.
- 8- Tingkat pemahaman manusia berbeda-beda; bisa jadi orang yang diberi tahu lebih paham daripada orang yang mendengar langsung, dan bisa jadi orang yang meriwayatkan ilmu bukan orang yang ahli fikih.
Penjelasan: العربية
دَعَا النبيُّ صلى الله عليه وسلم بالنَّضَارة والبَهْجَة والحُسْن في الدنيا، وأنْ يُوصله الله إلى نَضْرَة الجنة ونعيمها ونَضَارتها في الآخرة؛ لمن سمع حديثه فحَفِظَه حتى يُبلِّغَه لغيره، فربما يكون المنقول له الحديث أَوعى وأفقه وأقدر على الاستنباط من ناقِل الحديث، فيكون الأول يُتْقِنُ الحفظ والنقل، ويكون الثاني يتقن الفهم والاستنباط.
- الحث على حفظ السنة النبوية، وتبليغها للناس.
- بيان فضل أهل الحديث، وشَرَف طلبه.
- فضل العلماء، الذين هم أهل الاستنباط والفهم.
- فضل الصحابة رضوان الله عليهم، فهم من سمعوا حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم وبَلَّغوه لنا.
- قال المناوي: بَيَّنَ به أنَّ راوي الحديث ليس الفقه مِن شَرْطِه، إنما شَرْطُه الحفظ، وعلى الفقيه التَّفَهُّم والتدبُّر.
- قال ابن عيينة: ما من أحد يطلب الحديث إلا وفي وجهه نَضْرة لهذا الحديث.
- الحِفْظ عند المُحدِّثين على نوعين: حِفْظ قَلْب وصَدْر، وحِفظ كتاب وسَطْر، وكلاهما يشمله الدعاء في الحديث.
- فهوم الناس مُتَفَاوِتَة، فرُبّ مبلغ أوعى من سامع، ورب حامل فقه ليس بفقيه.