Ar-Risalah
Hadis

Kebohongan yang paling bohong adalah jika seseorang mengaku melihat apa yang tidak dilihat kedua matanya.

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

Hadis sahihDiriwayatkan oleh Bukhari

Teks Arab

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم : «أَفْرَى الفِرَى أن يُرِيَ الرجل عينيه ما لم تَرَيَا».

Terjemahan

Dari Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-, ia berkata, "Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Kebohongan yang paling bohong adalah jika seseorang mengaku melihat apa yang tidak dilihat kedua matanya."

Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- menjelaskan bahwa dusta yang paling dusta adalah jika seseorang mengaku bahwa dirinya telah melihat sesuatu dalam tidurnya atau saat terjaganya, padahal sebenarnya ia berdusta dalam pengakuannya tersebut karena ia tidak melihat apa pun. Dusta mengenai ru`yā (mimpi baik) dalam tidur adalah lebih besar daripada dusta mengaku melihat sesuatu di alam terjaga. Sebab, ru`yā (mimpi baik) yang dilihat manusia saat tidur adalah dari Allah melalui perantara malaikat. Dengan demikian, dusta dalam situasi tidur itu adalah dusta atas nama Allah -Ta'ālā-. Adapun aḥlām (mimpi buruk) maka itu dari setan, dan ada juga bisikan jiwa kepada jiwa. Jadi, yang dilihat oleh orang yang tidur adalah salah satu dari yang tiga ini.

Penjelasan: العربية

يبين النبي صلى الله عليه وسلم أن من أكذب الكذب أن يدّعي الإنسان أنه رأى شيئًا في منامه أو يقظته وهو في الحقيقة كاذب في دعواه هذه؛ لأنه لم ير شيئًا، والكذب في رؤيا المنام أعظم من الكذب في رؤيا اليقظة؛ لأن ما يراه الإنسان في منامه من الرؤى إنما هو من الله تعالى إذا كانت رؤيا، وذلك بواسطة الملك، فالكذب في هذه الحالة كذب على الله تعالى ، أما الأحلام فتكون من الشيطان، وحديث النفس من النفس، فما يراه النائم على هذه الأنواع الثلاثة.

  • التحذير من اختلاق الصور الكاذبة في اليقظة والمنام.
  • الكذب في رؤيا المنام كذب على الله -تعالى-، فالكذب فيها أعظم من الكذب في رؤيا اليقظة.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya