Ar-Risalah
Hadis

Siapa yang menceritakan dariku sebuah hadis yang dinilai dusta, maka ‎dia adalah satu dari orang-orang yang berdusta.‎

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

SahihHR. Muslim dalam Mukadimahnya

Teks Arab

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ وَالْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رضي الله عنهما قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ حَدَّثَ عَنِّي بِحَدِيثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ، فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبِينَ».

Terjemahan

Samurah bin Jundab dan al-Mugīrah bin Syu'bah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang menceritakan dariku sebuah hadis yang dinilai dusta, maka ‎dia adalah satu dari orang-orang yang berdusta.‎"

Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang meriwayatkan suatu hadis dari beliau, sementara ia mengetahui, mengira, atau kuat dugaannya bahwa hal tersebut adalah kedustaan terhadap beliau ﷺ, maka orang yang meriwayatkan itu ikut menyertai orang yang memulai dalam kedustaan tersebut.

Pelajaran

  • 1- Memastikan kebenaran dan kesahihan hadis-hadis yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ sebelum meriwayatkannya kembali.
  • 2- Label dusta disematkan kepada orang yang menciptakan kedustaan itu dan orang yang menukil dan menyebarkannya ke tengah publik.
  • 3- Haram hukumnya meriwayatkan hadis palsu bagi orang yang mengetahui perihal hadis itu palsu atau kuat dugaannya terhadap hal itu, kecuali kalau bertujuan mengingatkan publik darinya.
Penjelasan: العربية

يُخْبِرُ النبيُّ صلى الله عليه وسلم أن مَن نَقَلَ عنه حديثًا وهو يعلم أو يظن أو يغلِب على ظنه أنه كذبٌ عليه صلى الله عليه وسلم؛ فالراوي له يُشاركُ البادي بهذا الكذب.

  • التثبُّت من الأحاديث المروية عن النبي صلى الله عليه وسلم، والتأكد من صحتها قبل روايتها.
  • صفة الكذب تُطلق على كل من اختَرَعَ الكذب وعلى مَن قام بنقلِه ونشره بين الناس.
  • يحرم رواية الحديث الموضوع على مَن عَرَف كونَه موضوعًا، أو غلب على ظنه وضعُه إلا إذا كان للتحذير منه.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya