Ar-Risalah
Hadis

Siapa yang melakukan takhbīb terhadap istri orang (merusak hubungannya dengan suaminya), atau ‎hamba sahayanya, maka ia bukanlah termasuk golongan kami.‎

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

Hadis sahihDiriwayatkan oleh Abu Daud

Teks Arab

عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «من خَبَّبَ زوجة امْرِئٍ أو مَمْلُوكَهُ فليس مِنَّا».

Terjemahan

Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', “Siapa yang melakukan takhbib terhadap istri orang (merusak hubungannya dengan suaminya), atau ‎hamba sahayanya, maka ia bukanlah termasuk golongan kami.‎"

Penjelasan

Siapa saja yang berusaha untuk merusak hubungan seorang istri dengan suaminya, baik dia itu ‎seorang lelaki ataupun wanita, yaitu dengan jalan menyebutkan di hadapan istri tersebut ‎keburukan-keburukan suaminya, keburukan akhlaknya sehingga membuatnya benci terhadap ‎suaminya, berbuat durhaka, menentang dan berusaha untuk membebaskan diri darinya dengan ‎jalan talak atau khulu', atau merusak hubungan seorang hamba sahaya milik seseorang dan merusaknya sehingga membuatnya membangkang dan ‎bersikap buruk terhadap tuannya; maka dia bukan berada di atas petunjuk dan ‎manhaj (metode beragama) kami, akan tetapi itu termasuk perbuatan setan.

Penjelasan: العربية

من سَعى في إفساد امرأة على زوجها، سواء كان المُفسد رجلا أو امرأة، وذلك بأن يُذكر عندها مساوئ زوجها وسوء أخلاقه حتى تكره زوجها وتتمرد عليه وتسعى إلى التخلص منه بالطلاق أو الخلع، أو أفسد مملوك رجل عليه وعمل معه أعمالا جعلته يتمرد على سيده ويعامله معاملة سيئة؛ فليس على هدْينَا ولا على مَنْهَجِنا، بل ذلك من عمل الشيطان.

  • تحريم إفساد الزوجات أو الخدم أو إيقاع الشقاق بينهم وبين أزواجهن وأسيادهم.
  • شأن المؤمن قائم على التعاون والتناصر.
  • فيه أن تَخبيب الزوجة على زوجها من كبائر الذنوب، كما نص على ذلك صاحب كتاب الزواجر.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya