Ar-Risalah
Hadis

Bagaimana pandangan Anda tentang orang yang mengerjakan kebaikan lalu manusia memujinya karena itu? Beliau menjawab, "Itu adalah kabar gembira yang disegerakan untuk seorang Mukmin."

Sumber: HadeethEnc.com, Bahasa Indonesia v1.22.0

Hadis sahihDiriwayatkan oleh Muslim

Teks Arab

عن أبي ذر رضي الله عنه قال: قيل لرسول الله صلى الله عليه وسلم : أرأيت الرَّجل الذي يعمل العمل من الخَير، ويَحمدُه الناس عليه؟ قال: «تلك عاجِل بُشْرَى المؤمن».

Terjemahan

Dan dari Abu Żarr -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Ditanyakan kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Bagaimana pandangan Anda tentang seorang yang mengerjakan kebaikan lalu manusia memujinya karena itu?" Beliau menjawab, "Itu adalah kabar gembira yang disegerakan untuk seorang Mukmin."

Penjelasan

Makna hadis ini adalah bahwa orang yang mengerjakan amal saleh karena Allah dan tidak meniatkan (pujian) manusia, tetapi kemudian manusia memujinya karena amal itu. Mereka mengatakan, “Si Fulan banyak kebaikannya, si fulan banyak ketaatannya, banyak kebaikannya kepada makhluk”, dan ungkapan yang serupa; maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengatakan, “Itu adalah kabar gembira yang disegerakan untuk seorang mukmin”, maksudnya adalah pujian yang ditujukan padanya; karena ketika orang banyak memuji seseorang dengan kebaikan, maka mereka adalah para saksi Allah di bumi-Nya. Karena itu, ketika ada jenazah melintas di depan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan para sahabat, mereka memujinya dengan kebaikan. Maka beliau mengatakan, “Telah wajib!” Kemudian melintas jenazah yang lain, lalu mereka mencelanya dengan keburukan, maka beliau mengatakan, “Telah wajib!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang telah wajib?” Beliau menjawab, “Adapun yang pertama, maka telah wajib baginya surga. Sedangkan yang kedua, maka telah wajib baginya neraka. Kalian adalah para saksi Allah di muka bumi.” Maka inilah makna sabda beliau, “Itu adalah kabar gembira untuk seorang Mukmin.” Perbedaan antara hal ini dengan ria adalah bahwa seorang pelaku ria tidak mengerjakan amalnya kecuali agar ia dilihat dan dipuji oleh manusia, sehingga dalam kondisi ini ia telah menyekutukan Allah dengan selain-Nya. Adapun kasus ini, maka niatnya adalah ikhlas karena Allah -'Azza wa Jalla- dan tidak terlintas di benaknya untuk dipuji ataupun dicela oleh manusia. Maka ketika orang-orang mengetahui ketaatannya lalu memujinya dan menyanjungnya, ini bukanlah ria, namun merupakan kabar gembira yang disegerakan. Perbedaan antara hal ini dengan apa yang disebutkan dalam hadis sangatlah besar.

Penjelasan: العربية

معنى الحديث: أن الرَّجُل يعمل عملا صالحا لله لا يقصد به الناس، ثم إن الناس يمدحونه على ذلك. يقولون فلان كثير الخير فلان كثير الطاعة فلان كثير الإحسان إلى الخلق وما أشبه ذلك فقال صلى الله عليه وسلم : "تلك عاجل بشرى المؤمن" وهو الثناء عليه؛ لأن الناس إذا أثنوا على الإنسان خيرًا فهم شهداء الله في أرضه ولهذا لما مَرَّت جَنازة من عند النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه أثنوا عليها خيرا قال وجبت، ثم مرَّت أخرى فأثنوا عليها شرًا قال وجبت فقالوا يا رسول الله ما وجبت قال: "أما الأول فوجبت له الجنة وأما الثاني فوجبت له النار أنتم شهداء الله في الأرض". فهذا معنى قوله: "تلك عاجل بشرى المؤمن". والفرق بين هذه وبين الرياء أن المرائي لا يعمل العمل إلا لأجل أن يراه الناس ويثنون عليه فيكون في هذه الحال قد أشرك مع الله غيره، وأما هذا فنيته خالصة لله عز وجل ولم يطرأ على باله أن يمدحه الناس أو يذموه فإذا علموا بطاعته ومدحوه وأثنوا عليه فهذا ليس برياء هذا عاجل بشرى، والفرق بين هذا وبين ما ذُكر في الحديث فرق عظيم.

  • أن الإخلاص لله -تعالى- وقصد التَّقرب إليه لا يُعَكِّره ثناء الناس عليه، بل إن إطلاق الله -تعالى- لألسنة الناس بالثناء عليه، دليل على القبول، وشهادة صادقة وبشرى عاجلة بالفوز والفلاح.
  • لا يدخل في الرياء عمل العبد إذا أخلص عمله لله تعالى وحمده الناس عليه.
  • دليل على رضا الله ومحبته لهذا العبد، و أنه يحبب فيه الخلق لإخلاصه ولذلك يكتب له القبول في الأرض.
  • التَّعرض لمدح الناس مذْمُوم.

Topik

Laporkan kesalahan

Lainnya