الفاتحة
Al-Fatihah (Pembukaan)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Pendahuluan surah: Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
TAFSIR SURAT AL-FATIHAH ( Pembukaan )
Makkiyah
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 1
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
1.Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Tindakan ayat
- 2
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
Tindakan ayat
- 3
ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
3. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Tindakan ayat
- 4
مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ
4. Pemilik hari pembalasan.[1]
Catatan kaki
[1]. Yaumiddīn (hari pembalasan), hari waktu manusia menerima pembalasan amalnya, baik atau buruk. Disebut juga yaumul qiyāmah, yaumul ḥisāb dan sebagainya.
Tindakan ayat
- 5
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
Tindakan ayat
- 6
ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus.[2]
Catatan kaki
[2]. Jalan yang lurus, yaitu jalan yang benar, yang dapat membuat bahagia di dunia dan akhirat
Tindakan ayat
- 7
صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ
7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[3]
Catatan kaki
[3]. Mereka yang dimurkai, adalah mereka yang sengaja menentang ajaran Islam. Mereka yang sesat adalah yang sengaja mengambil jalan lain selain ajaran Islam.
Tindakan ayat
Penutup surah: Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Surat ini dengan keringkasannya meliputi hal-hal yang tidak diliputi oleh surat-surat lainnya dalam al-Qur`an. Surat ini mengan-dung macam-macam tauhid yang tiga yaitu tauhid rububiyah yang disarikan dari FirmanNya ﴾ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Rabb sekalian alam," tauhid uluhiyah yaitu mengesakan Allah dalam beribadah yang disarikan dari kata "Allah" dan dari FirmanNya ﴾ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ﴿ "Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan," dan tauhid Asma` wa Shifat, yaitu menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah تعالى yang telah ditetapkan oleh DiriNya sendiri dan ditetapkan oleh RasulNya ﷺ tanpa meng-ingkari, memisalkan, dan menyerupakan, di mana sesungguhnya hal itu ditunjukkan oleh kata ﴾ ٱلۡحَمۡدُ ﴿ "pujian" sebagaimana yang telah lalu. Demikian juga surat ini mengandung penetapan akan kena-bian dalam FirmanNya ﴾ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ﴿ "Tunjukilah kami jalan yang lurus," karena hal itu tidak akan mungkin tanpa adanya risalah. Juga penetapan akan balasan bagi segala perbuatan yaitu dalam FirmanNya, ﴾ مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "Yang menguasai Hari Pembalasan," dan bahwasanya balasan itu terjadi dengan keadilan, karena pem-balasan adalah ganjaran dengan adil. Dan penetapan akan takdir, bahwasanya seorang hamba itu benar-benar sebagai pelaku, berbeda dengan pemikiran al-Qada-riyah maupun al-Jabariyah. Bahkan ia mengandung penolakan terhadap ahli-ahli bid'ah dan kesesatan seperti dalam FirmanNya, ﴾ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ﴿ "Tunjukilah kami jalan yang lurus," karena ia ber-makna mengetahui yang benar lalu mengamalkannya, sedangkan setiap pelaku bid'ah dan pelaku kesesatan adalah menyimpang dari semua itu. Juga mengandung ajaran untuk ikhlas beragama hanya untuk Allah تعالى semata, baik ibadah maupun permohonan pertolongan, yaitu dalam FirmanNya, ﴾ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ﴿ "Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon per-tolongan." Akhirnya segala pujian hanya bagi Allah, Rabb sekalian alam.