Ar-Risalah

يوسف

Yusuf (Nabi Yusuf a.s.)

111 ayatMakkiyahJuz 12

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 23

    وَرَٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوَٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

    23. Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, “Marilah mendekat kepadaku.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 23 - 24

    Cobaan yang besar ini lebih dahsyat bagi Yusuf daripada co-baan yang dilakukan saudara-saudaranya serta lebih berat dalam bersabar untuk menghadapinya. Pahalanya pun lebih besar, karena merupakan kesabaran yang bersifat ikthiyari (pilihan), padahal ba-nyak faktor yang bisa menyeretnya untuk melakukan hal itu. Lalu dia lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah daripada fitnah itu. Sementara cobaan yang dihadapi dari saudara-saudaranya, kesabarannya bersifat idthirari (terpaksa) sebagaimana berbagai macam penyakit dan peristiwa yang tidak mengenakkan yang me-nimpa seseorang tanpa bisa mengelak. Tidak ada tempat berkelit kecuali dengan bersabar dalam menghadapinya, suka atau tidak.

    (23-24) Hal itu, karena Yusuf عليه السلام tinggal di rumah al-Aziz dalam keadaan terhormat. Ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya pikat yang mengakibatkan, ﴾ وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ ﴿ "wa-nita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)", maksudnya Yusuf adalah budak-nya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan per-buatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang-orang. ﴾ وَ﴿ "Dan", tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan ﴾ غ َ ل ّ َ ق َ ت ِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ ﴿ "dia menutup pintu-pintu" sehingga tempat menjadi benar-benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu-pintu sudah terkunci. Sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata,﴾ هَيۡتَ لَكَۚ ﴿ "Marilah ke sini", lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! Ditambah lagi, ia orang asing (di sana), rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti rasa malu yang muncul ketika ia berada di kampung halamannya sendiri dan di tengah orang-orang yang mengenalnya. Ia bagai tawanan di tangan wanita tersebut. Sedang-kan wanita itu adalah majikannya. Pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret Yusuf menuju perbuat-an itu. Yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak me-nyambut apa yang diperintahkan majikan perempuannya. Lalu dia mampu bersabar untuk tidak bermaksiat kepada Allah meskipun ada rangsangan kuat untuk melakukannya. Karena dia telah berkeinginan melakukannya dengan si wanita itu, lalu dia menyingkirkan hasrat tersebut karena Allah. Ia lebih mengutama-kan ridha Allah daripada keinginan pribadi yang kerap memerin-tahkan kepada perkara yang buruk. Ia telah melihat petunjuk Rabb-nya berupa ilmu dan iman yang menumbuhkan sikap menghindari perbuatan yang diharamkan Allah, yang mewajibkannya mengambil jarak dan menahan diri dari maksiat yang besar ini. D a n ﴾ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِۖ ﴿ "dia berkata, 'Aku berlindung kepada Allah', maksudnya aku berlindung kepada Allah dari perbuatan yang buruk ini. Karena itu termasuk tindakan yang membuat Allah murka dan menjauhkan diriku dari-Nya. Itu adalah sebuah bentuk pengkhianatanku terhadap hak ke-hormatan majikan (lelakiku) yang telah memuliakan keberadaanku, maka tidak sepantasnya aku membalasnya dengan memperlakukan istrinya dengan balasan yang sangat jelek. Itu bentuk perbuatan aniaya yang paling besar, dan orang yang berbuat kezhaliman tidak akan pernah jaya. Ringkasnya, Allah menyusun berbagai penghalang baginya dari perbuatan itu yaitu ketakwaan kepada Allah, memperhatikan hak majikan yang telah memuliakannya, memelihara diri dari tin-dakan aniaya yang mana pelakunya tidak akan selamat. Demikian pula anugerah yang Allah berikan kepadanya berupa petunjuk iman yang menuntut munculnya ketaatan untuk mengerjakan perintah-perintah dan menghindari larangan-larangan. Inti dari itu semua, Allah telah memalingkannya dari kebu-rukan dan perbuatan yang keji itu. Karena ia tergolong hamba-ham-baNya yang ikhlas kepadaNya dalam beribadah, dan Allah sudah mengikhlaskan hati mereka, memilih dan mengistimewakan mereka bagi diriNya, mencurahkan kepada mereka beraneka kenikmatan dan menyelamatkan mereka dari berbagai keburukan. Dengan itu semua, mereka menjadi insan-insan pilihanNya.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 23 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAr-Ra’d (Guruh)الرعد

Laporkan kesalahan

Lainnya