يوسف
Yusuf (Nabi Yusuf a.s.)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 31
فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَـًٔا وَءَاتَتْ كُلَّ وَٰحِدَةٍ مِّنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ ٱخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُۥٓ أَكْبَرْنَهُۥ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَـٰشَ لِلَّهِ مَا هَـٰذَا بَشَرًا إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ
31. Maka ketika perempuan itu mendengar cercaan mereka, diundangnyalah perempuan-perempuan itu dan disediakannya tempat duduk bagi mereka, dan kepada masing-masing mereka diberikan sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf), “Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka.” Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri. Seraya berkata, “Mahasempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia.”
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 31
(31) Pernyataan tersebut hanyalah bentuk tipu daya wanita-wanita itu saja, bukan murni untuk mencerca dan menghinanya. Tetapi mereka menjadikan perkataan tadi sebagai jembatan yang akan mengantarkan mereka guna menyaksikan Yusuf yang menjadi penyebab terfitnahnya istri al-Aziz agar ia menjadi geram dan selan-jutnya supaya mau memperlihatkan Yusuf kepada mereka hingga mereka pun memaklumi kondisinya. Oleh karenanya, Allah menye-butnya sebagai makar. Allah berfirman ﴾ فَلَمَّا سَمِعَتۡ بِمَكۡرِهِنَّ أَرۡسَلَتۡ إِلَيۡهِنَّ ﴿ "Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnya-lah wanita-wanita itu", ia meminta mereka datang ke kediamannya untuk bertamu ﴾ وَأَعۡتَدَتۡ لَهُنَّ مُتَّكَـٔٗا ﴿ "dan disediakannya bagi mereka tempat duduk", tempat yang telah dipersiapkan dengan bermacam perma-dani dan bantal-bantal serta kelengkapannya berupa macam-macam makanan dan minuman yang lezat. Di antara suguhan yang ia sodor-kan dan hadirkan dalam jamuan tersebut adalah sebuah makanan yang membutuhkan pisau, baik itu merupakan buah utrujah (jenis buah limau) atau buah lainnya. ﴾ وَءَاتَتۡ كُلَّ وَٰحِدَةٖ مِّنۡهُنَّ سِكِّينٗا ﴿ "Dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan)", untuk memotong makanan itu dengannya ﴾ وَقَالَتِ ﴿ "kemudian dia berkata", kepada Yusuf ﴾ ٱخۡرُجۡ عَلَيۡهِنَّۖ ﴿ "Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka", dalam pesona ketampanan dan pancaran keelokan-nya, ﴾ فَلَمَّا رَأَيۡنَهُۥٓ أَكۡبَرۡنَهُۥ ﴿ "maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya", maksudnya mereka mengagumi-nya di hati mereka dan menyaksikan sebuah panorama yang tidak pernah mereka lihat seindah itu ﴾ وَقَطَّعۡنَ ﴿ "dan mereka melukai", lan-taran kekaguman mereka ﴾ أَيۡدِيَهُنَّ ﴿ "(jari) tangannya", dengan pisau-pisau itu yang mereka bawa ﴾ وَقُلۡنَ حَٰشَ لِلَّهِ ﴿ "dan berkata, 'Mahasempurna Allah'," sebagai bentuk penyucian terhadap A l l a h ﴾ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا مَلَكٞ كَرِيمٞ ﴿ "ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia", demikian itu, lantaran Yusuf dikaruniai ketam-panan yang fantastis dan pesona yang menjadi tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memperhatikannya.
Tindakan ayat