إبراهيم
Ibrahim (Nabi Ibrahim a.s.)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 10
۞ قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِى ٱللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ قَالُوٓا۟ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا تُرِيدُونَ أَن تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ
10. Rasul-rasul mereka berkata, “Apakah ada keraguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu (untuk beriman) agar Dia mengampuni sebagian dosa-dosa kamu dan menangguhkan (siksaan) kamu sampai waktu yang ditentukan?” Mereka berkata, “Kamu hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu ingin menghalangi kami (menyembah) apa yang dari dahulu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.”
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 10
(10) Dan sungguh mereka telah mendustakannya dan telah berbuat kezhaliman. Oleh karenanya, ﴾ قَالَتۡ رُسُلُهُمۡ ﴿ "para rasul ber-kata", kepada mereka, ﴾ أَفِي ٱللَّهِ شَكّٞ ﴿ "Apakah ada keragu-raguan tentang Allah", sesungguhnya itu merupakan sebuah perkara yang sangat jelas dan terang. Siapa saja yang meragukan tentang Allah ﴾ فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Pencipta langit dan bumi", yang keberadaan segala sesuatu tergantung pada wujudNya. Tidak ada seorang makhluk hebat pun di sisi Allah yang memiliki pengetahuan hingga pada hal-hal yang bisa dicerna dengan panca indera. Karenanya, para rasul mengajak bicara mereka sebagaimana komunikasi kepada orang yang tidak syak lagi tentangNya, dan tidak pantas untuk terjadinya keraguan padaNya. ﴾ يَدۡعُوكُمۡ ﴿ "Dia menyeru kamu", kepada beragam kemanfaat-an dan kemaslahatan bagi kalian ﴾ لِيَغۡفِرَ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَيُؤَخِّرَكُمۡ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ ﴿ "untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan me-nangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan", maksudnya agar Allah memberikan pahala yang bersifat segera dan yang ter-tunda atas sambutan kalian terhadap seruanNya. Allah menyeru kalian bukan untuk (kepentingan) mencari manfaat dari ibadah kalian, justru nilai manfaatnya berbalik kembali kepada kalian. Maka mereka membantah para rasul dengan bantahan yang biasa dilon-tarkan orang-orang bodoh lagi tidak berakal, ﴾ قَالُوٓاْ ﴿ "mereka berkata" kepada para rasul, ﴾ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga", maksudnya bagaimana bisa, kalian mengungguli kami dengan nubuwwat (kenabian) dan risalah (kerasulan)? ﴾ تُرِيدُونَ أَن تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Kamu menghendaki untuk meng-halang-halangi (membelokkan) kami dari sesuatu yang selalu disembah nenek moyang kami", bagaimana mungkin kami bisa meninggalkan ideologi nenek moyang kami dan sejarah mereka karena jalan pi-kiran nalarmu? Bagaimana kami menaatimu padahal kamu itu ma-nusia juga seperti kami? ﴾ فَأۡتُونَا بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ ﴿ "Karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata", yaitu dengan hujah yang terang lagi jelas. Yang dimaksud dengan bukti adalah bukti yang mereka minta. Kalau tidak demikian yang dimaksud, maka seperti sudah dikemu-kakan, bahwa para rasul telah membawa bukti-bukti kebenaran kepada mereka.
Tindakan ayat