Ar-Risalah

إبراهيم

Ibrahim (Nabi Ibrahim a.s.)

52 ayatMakkiyahJuz 13

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 22

    وَقَالَ ٱلشَّيْطَـٰنُ لَمَّا قُضِىَ ٱلْأَمْرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ ٱلْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَـٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوْتُكُمْ فَٱسْتَجَبْتُمْ لِى ۖ فَلَا تَلُومُونِى وَلُومُوٓا۟ أَنفُسَكُم ۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ أَنتُم بِمُصْرِخِىَّ ۖ إِنِّى كَفَرْتُ بِمَآ أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ ٱلظَّـٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    22. Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zalim akan mendapatkan siksaan yang pedih.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 22

    (22) Artinya ﴾ وَقَالَ ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Dan berkatalah setan", yang men-jadi faktor pemicu segala keburukan yang terjadi di alam semesta, sedang berbicara kepada para penghuni neraka, dalam rangka men-cuci tangannya dari tanggung jawab kepada mereka ﴾ لَمَّا قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan", penghuni surga memasuki surga dan penghuni neraka masuk ke dalam neraka, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ ٱلۡحَقِّ ﴿ "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar", melalui lisan para RasulNya, namun kalian tidak menaati-nya. Jikalau kalian mau menaatinya, niscaya kalian benar-benar akan menjumpai kemenangan besar, ﴾ وَوَعَدتُّكُمۡ ﴿ "dan aku pun telah menjanjikan kepadamu", dengan kebaikan ﴾ فَأَخۡلَفۡتُكُمۡۖ ﴿ "tetapi aku me-nyalahinya", tapi (janji tersebut) tidak terealisasikan, dan harapan yang aku janjikan kepada kalian yang berupa impian-impian yang batil tidak pernah terwujud. ﴾ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنٍ ﴿ "Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku ter-hadapmu", tidak ada kekuatan hujjah yang mendukung ucapanku, ﴾ إِلَّآ أَن دَعَوۡتُكُمۡ فَٱسۡتَجَبۡتُمۡ لِيۖ ﴿ "melainkan (sekedar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku", maksudnya, inilah puncak (tujuan) yang aku canangkan, yaitu aku menyeru kalian kepada keinginanku dan aku mengkondisikannya agar nampak indah di mata kalian, lantas kalian menyambut (seruan)ku, lantaran kalian mengikuti hawa nafsu dan dorongan syahwat kalian. Kalau faktanya demikian ﴾ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوٓاْ أَنفُسَكُمۖ ﴿ "oleh sebab itu, janganlah kamu mencercaku. Akan tetapi cerca-lah dirimu sendiri", kalianlah yang menjadi penyebab, dan pada kalianlah inti penyebab hukuman, ﴾ مَّآ أَنَا۠ بِمُصۡرِخِكُمۡ ﴿ "aku sekali-kali tidak dapat menolongmu", aku bukan penolong kalian dari kesulitan yang kalian alami ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُصۡرِخِيَّ ﴿ "dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku", setiap pihak menerima siksanya masing-masing. ﴾ إِنِّي كَفَرۡتُ بِمَآ أَشۡرَكۡتُمُونِ مِن قَبۡلُۗ ﴿ "Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah ) sejak dulu", maksud-nya aku berlepas diri dari tindakan kalian mempersekutukanku denganNya. Aku bukan sekutu bagi Allah, dan tidak wajib (sese-orang) taat kepadaku. ﴾ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu", (ber-buat zhalim) kepada diri mereka sendiri dengan taat kepada setan ﴾ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "mereka mendapat siksaan yang pedih", kekal abadi di dalamnya selamanya. Ini termasuk cerminan sifat kelembutan Allah kepada para hambaNya, dengan memperingatkan mereka dari bahaya taat kepada setan dan memberitahukan celah-celah yang digunakan setan untuk mengintervensi manusia dan (memberitahu-kan) maksud setan terhadap seorang manusia. Tujuannya adalah menjerumuskan manusia ke dalam api neraka. Di sini, Allah menjelaskan kepada kita bahwa setan dan pung-gawanya bila telah masuk neraka, maka mereka akan berkilah de-ngan pernyataan tersebut, mengingkari praktik kesyirikan mereka. ﴾ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثۡلُ خَبِيرٖ 14 ﴿ "Dan tidak ada yang memberi berita kepadamu seperti yang dilaku-kan Dzat yang Maha Mengetahui." (Fathir: 14). Ketahuilah, di ayat ini, Allah menerangkan bahwa setan tidak mempunyai kekuasaan. Sementara di dalam ayat lain Allah berfir-man, ﴾ إِنَّمَا سُلۡطَٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوۡنَهُۥ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشۡرِكُونَ 100 ﴿ "Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya menjadi pemimpin dan atas orang-orang yang mem-persekutukannya dengan Allah." (An-Nahl: 100). Kekuasaan yang Allah tepis darinya adalah kekuatan hujjah dan dalil. Pada dasarnya, ia tidak mempunyai hujjah yang men-dukung seruannya. Kemampuannya yang paling tinggi hanyalah, melontarkan berbagai macam syubhat dan tipudaya kepada mereka, yang membuat mereka nekad dalam berbuat maksiat. Sedangkan kekuasaan yang Allah tetapkan baginya, adalah kemampuan melan-carkan tipuan kepada para pengikutnya untuk berbuat maksiat yang benar-benar menyeret mereka ke dalamnya dengan kuat. Mereka itu adalah orang-orang yang mendudukkannya sebagai penguasa atas diri mereka melalui pemberian loyalitas dan bergabung dengan kelompoknya. Oleh karenanya, ia tidak mempunyai kekuasaan (ke-kuatan) atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 22 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-Hijr (Kawasan Berbatu)الحجر

Laporkan kesalahan

Lainnya