الإسراء
Al-Israa’ (Perjalanan Malam)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 93
أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِّن زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِى ٱلسَّمَآءِ وَلَن نُّؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَـٰبًا نَّقْرَؤُهُۥ ۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّى هَلْ كُنتُ إِلَّا بَشَرًا رَّسُولًا
93. atau engkau mempunyai sebuah rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca.” Katakanlah (Muhammad), “Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 89 - 93
(89-93) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ صَرَّفۡنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٖ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam al-Qur`an ini tiap-tiap macam perumpamaan," maksudnya Kami telah memvariasikan nasihat-nasihat dan perumpamaan-perumpamaan. Kami mengulang-ulangi maknanya supaya para hamba itu bisa mengambil pelajaran, sehingga mereka akan menjadi ingat dan takut kepada Allah. Akan tetapi, hanya sedikit dari mereka yang ingat. Yaitu orang-orang yang telah Allah tetapkan dengan keba-hagiaan dan membantu mereka dengan taufikNya. Adapun ke-banyakan manusia, maka mereka enggan berbuat kecuali meng-ingkari kenikmatan yang sangat besar dari segala sisi. Mereka me-nampik tanda-tanda kebesaran Allah terhadap beliau dengan usu-lan ayat-ayat yang mereka buat sendiri yang zhalim lagi bodoh. Mereka berkata kepada Rasulullah yang datang membawa al-Qur`an yang penuh dengan petunjuk dan ayat-ayatNya, ﴾ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ ٱلۡأَرۡضِ يَنۢبُوعًا ﴿ "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami," yaitu sungai yang mengalir, ﴾ أَوۡ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٞ مِّن نَّخِيلٖ وَعِنَبٖ ﴿ "atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur," sehingga kamu tidak perlu berjalan bolak-balik keluar masuk pasar ﴾ أَوۡ تُسۡقِطَ ٱلسَّمَآءَ كَمَا زَعَمۡتَ عَلَيۡنَا كِسَفًا ﴿ "atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan," sebagai bagian dari azab ﴾ أَوۡ تَأۡتِيَ بِٱللَّهِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ قَبِيلًا ﴿ "atau kamu datang-kan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami," yaitu semuanya atau langsung berhadapan dan dapat dilihat langsung, mempersaksikan kebenaran risalah yang engkau bawa. ﴾ أَوۡ يَكُونَ لَكَ بَيۡتٞ مِّن زُخۡرُفٍ ﴿ "Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas," yaitu ru-mah yang berhiaskan emas dan benda mulia lainnya ﴾ أَوۡ تَرۡقَىٰ فِي ٱلسَّمَآءِ ﴿ "atau kamu naik ke langit," dengan cara naik yang bisa disaksikan indera ﴾ و َ ﴿ "dan" meskipun d e m i k i a n ﴾ وَلَن نُّؤۡمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيۡنَا كِتَٰبٗا نَّقۡرَؤُهُۥۗ ﴿ "kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah Kitab yang kami baca." Maka ketika penentangan, upaya-upaya pelumpuhan, dan perkataan orang yang paling bodoh dan paling zhalim ini mengan-dung penolakan terhadap kebenaran, sikap kurang ajar terhadap Allah, dan (pemaksaan) terhadap Rasulullah supaya mendatang-kan ayat-ayat, maka Allah memerintahkan beliau supaya menyuci-kanNya. Allah berfirman, ﴾ قُلۡ سُبۡحَانَ رَبِّي ﴿ "Katakanlah, 'Mahasuci Rabb-ku'," dari perkataan kalian (yang rusak) dengan penyucian yang setinggi-tingginya. Mahasuci Allah dari menjadikan hukum-hukum dan ayat-ayatNya mengikuti hawa nafsu mereka yang rusak dan pemikiran mereka yang sesat. ﴾ هَلۡ كُنتُ إِلَّا بَشَرٗا رَّسُولٗا ﴿ "Bukankah aku ini melainkan (hanya) seorang manusia yang menjadi rasul?" yang tidak memiliki kekuasaan sama sekali.
Tindakan ayat