Ar-Risalah

الكهف

Al-Kahfi (Gua)

110 ayatMakkiyahJuz 15

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 20

    إِنَّهُمْ إِن يَظْهَرُوا۟ عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِى مِلَّتِهِمْ وَلَن تُفْلِحُوٓا۟ إِذًا أَبَدًا

    20. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.”

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 20

    (20) Mereka menyebutkan bahaya yang timbul dari penge-tahuan orang lain tentang mereka dan penampakan diri mereka di hadapan masyarakat, bahwa mereka akan menghadapi salah satu dari dua pilihan: Dirajam dengan lemparan batu sehingga khalayak membunuh mereka dengan cara yang sangat keji karena kemurka-an kepada diri mereka dan agama mereka. Atau orang-orang meng-uji keteguhan mereka dalam beragama dan memurtadkan mereka kepada ajaran kaumnya. Dalam keadaan ini, kalian selama-lama-nya tidak akan beruntung, bahkan merugi dalam agama, dunia, dan akhiratnya. Kedua ayat ini telah menunjukkan beberapa pelajaran penting: 1.      Anjuran supaya berilmu dan mendiskusikannya, karena Allah membangunkan mereka untuk tujuan itu. 2.      Adab bagi orang yang suatu ilmu belum jelas baginya supaya menyerahkannya kepada orang yang berilmu dan berdiam diri pada batas kemampuannya. 3.      Sahnya mewakilkan dalam urusan jual-beli, dan sahnya per-seroan dalam jual-beli. 4.      Bolehnya memakan makanan yang baik-baik dan makanan-makanan yang lezat jika tidak melewati batas pemborosan yang dilarang. Sebagaimana Firman Allah, ﴾ فَلۡيَنظُرۡ أَيُّهَآ أَزۡكَىٰ طَعَامٗا فَلۡيَأۡتِكُم بِرِزۡقٖ مِّنۡهُ ﴿ "Dan hendaklah dia melihat manakah makan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untuk-mu." Khususnya jika seseorang tidak cocok baginya kecuali makanan model itu. Barangkali inilah sandaran kebanyakan ahli tafsir yang mengatakan bahwasanya mereka adalah anak-anak raja. Karena mereka memerintahkannya agar membeli makanan yang paling bagus yang menjadi kebiasa-an santapan orang-orang kaya. 5.      Anjuran agar berhati-hati dan bersembunyi serta menjauhi tempat-tempat fitnah yang mengancam agama, dan menyim-pan rahasia seseorang dan saudara-saudaranya seagama. 6.      Besarnya kecintaan para pemuda itu terhadap agama, lari-nya mereka dari segala fitnah yang mengancam agamanya, serta meninggalkan kampung halaman karena Allah. 7.      Penyebutan kandungan kejelekan berupa bahaya-bahaya dan kerusakan-kerusakan yang mendorong untuk membenci dan meninggalkannya. Cara semacam ini adalah konsep kaum Mukminin terdahulu dan sekarang, berdasarkan perkataan mereka, ﴾ وَلَن تُفۡلِحُوٓاْ إِذًا أَبَدٗا 20 ﴿ "Dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya."

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 20 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaMaryam (Siti Maryam)مريم

Laporkan kesalahan

Lainnya